IHSG Turun 0,25% dan Tutup Dekat Level Terendah, Asing Net Sell Rp590 Miliar di Pasar Reguler
Kenaikan IHSG pada pagi hari gagal bertahan hingga penutupan. Financials menjadi beban utama dan net sell asing melebar, tetapi LQ45, IDX30, serta saham kapitalisasi kecil-menengah relatif lebih kuat sehingga tekanan belum merata.
IHSG mengakhiri perdagangan Senin, 7 September 2026, di 6.619,67, turun 16,80 poin atau 0,25%. Indeks sempat naik ke 6.667,75 pada pagi hari sebelum berbalik turun hingga 6.610,93.
Penutupan hanya sekitar 8,74 poin di atas level terendah harian. Dibanding kondisi Midday, harga dan arus dana asing belum memberikan konfirmasi bahwa perbaikan pada Sesi I mampu bertahan sampai akhir perdagangan.
Kenaikan Pagi Habis, IHSG Berakhir Dekat Level Terendah
IHSG membuka perdagangan di 6.652,09 dan sempat menguat sekitar 0,47% ke 6.667,75. Dorongan tersebut tidak bertahan.
Indeks kemudian bergerak turun sepanjang hari dan mencapai 6.610,93 pada Sesi II sebelum ditutup di 6.619,67.
Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi saham sekitar Rp13,70 triliun, dengan volume 35,58 miliar saham dan frekuensi sekitar 2,12 juta kali.
Posisi penutupan di bagian bawah rentang harian menunjukkan bahwa upaya pemulihan pada pagi hari kehilangan tenaga menjelang akhir sesi.
Financials Menjadi Beban Utama, tetapi Tekanan Tidak Merata
Financials menjadi sektor dengan penurunan terbesar, yaitu 0,76%. Basic Materials turun 0,70% dan Technology melemah 0,61%.
Tekanan Financials juga terlihat pada kontributor IHSG. SMMA mengurangi indeks sekitar 8,24 poin, BBCA 6,62 poin, BBRI 2,92 poin, BMRI 2,45 poin, dan BBNI 0,99 poin.
Lima saham tersebut secara gabungan memberi tekanan sekitar 21,22 poin. Penurunan bersih IHSG hanya 16,80 poin karena sebagian tekanan diimbangi saham lain.
BUMI memberi kontribusi positif sekitar 3,67 poin, disusul IMPC 1,81 poin, AADI 1,55 poin, INKP 1,39 poin, INDF 1,22 poin, dan PTBA 1,13 poin.
Struktur indeks juga tidak menunjukkan pelemahan yang seragam. LQ45 turun 0,18% dan IDX30 melemah 0,21%, keduanya sedikit lebih baik daripada IHSG. IDX SMC Composite justru naik 0,29% dan IDX SMC Liquid menguat 0,37%.
Industrials masih naik 1,25%, Energy 1,03%, Healthcare 0,82%, Consumer Cyclicals 0,08%, serta Transportation & Logistic 0,03%.
Data Breadth Berbeda, sehingga Tidak Menjadi Dasar Tunggal Tesis
RTI Business mencatat 281 saham naik dan 332 turun pada penutupan, dibanding 293 saham naik dan 292 turun pada Midday.
Statistik IDX mencatat angka berbeda, yaitu 348 saham naik dan 300 turun.
Karena angka kedua sumber tidak sejalan dan dokumentasi yang tersedia belum merinci dasar perbedaannya, breadth tidak digunakan sebagai satu-satunya ukuran kondisi pasar.
Sektor, indeks likuid, saham kapitalisasi kecil-menengah, kontributor IHSG, dan foreign flow memberikan pembacaan yang lebih konsisten terhadap struktur penutupan.
Net Sell Asing Melebar, tetapi Aliran Dana Tetap Selektif
Investor asing mencatat net sell sekitar Rp678,55 miliar di All Market. Di Pasar Reguler, net sell mencapai sekitar Rp590,18 miliar, sementara Tunai dan Negosiasi sekitar Rp88,37 miliar.
Pada Midday, net sell All Market masih sekitar Rp424,06 miliar. Artinya, tekanan jual bersih bertambah sekitar Rp254,49 miliar hingga penutupan.
Di tingkat saham, alirannya tetap selektif.
| Estimasi Net Foreign Buy | Nilai | Estimasi Net Foreign Sell | Nilai |
|---|---|---|---|
| BUMI | Rp180,52 miliar | TPIA | Rp121,18 miliar |
| PTBA | Rp52,25 miliar | CUAN | Rp87,94 miliar |
| AADI | Rp38,08 miliar | ISAT | Rp64,85 miliar |
| IATA | Rp31,62 miliar | KLBF | Rp62,26 miliar |
| DMAS | Rp27,18 miliar | BMRI | Rp53,67 miliar |
| COIN | Rp16,30 miliar | BBRI | Rp53,55 miliar |
| ERAA | Rp15,86 miliar | BBCA | Rp39,25 miliar |
| ENRG | Rp14,09 miliar | CPIN | Rp39,15 miliar |
| UNTR | Rp13,77 miliar | INET | Rp38,07 miliar |
| DEWA | Rp13,21 miliar | DSSA | Rp33,53 miliar |
Aliran asing tetap selektif. BUMI, PTBA, dan AADI berada di sisi estimasi net buy, sementara TPIA, CUAN, tiga bank besar, dan sejumlah saham lainnya berada di sisi estimasi net sell.
Karena angka per saham berasal dari estimasi Stockbit, data tersebut digunakan untuk membaca arah dan konsentrasi arus dana, bukan sebagai nilai transaksi asing final per saham.
Yang Perlu Dibuktikan pada 8 September
Pemulihan akan memperoleh dukungan lebih kuat jika IHSG kembali di atas 6.636,48, Financials mulai stabil, partisipasi pasar membaik, dan net sell Pasar Reguler menyempit.
Sebaliknya, penurunan di bawah 6.610,93 bersama tekanan Financials dan net sell asing yang berlanjut akan memperkuat risiko pelemahan.
Pada 8 September, konfirmasi yang lebih penting bukan sekadar IHSG kembali positif. Harga, partisipasi pasar, saham likuid, dan arus asing perlu mulai bergerak ke arah yang sama.
Sumber Data: BEI, Stockbit Sekuritas, RTI Business, Bank Indonesia, CNBC Indonesia, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.