IHSG Naik 1,00% dengan 449 Saham Menguat, Asing Berbalik Net Buy Rp327 Miliar
Kenaikan IHSG pada sesi I 12 Agustus 2026 tidak hanya ditopang indeks utama. Sebanyak 449 saham menguat, 9 dari 11 sektor bergerak positif, dan asing berbalik mencatat net buy All Market Rp326,91 miliar. Meski demikian, pembelian asing masih terkonsentrasi pada beberapa saham, sementara LQ45 dan IDX30 tertinggal dari IHSG.
IHSG naik 62,478 poin atau 1,00% ke 6.330,358 setelah dibuka di 6.277,763. Indeks sempat turun ke 6.272,303 sebelum bergerak hingga 6.336,504 dan memasuki jeda sesi I hanya sekitar enam poin di bawah level tertinggi.
Pergerakan ini berlawanan dengan tekanan luas sehari sebelumnya. Pada 11 Agustus, IHSG turun 1,53%, 542 saham melemah, 10 dari 11 sektor turun, dan asing mencatat net sell All Market Rp687,80 miliar.
Perubahan paling penting pada sesi I bukan hanya kenaikan indeks. Jumlah saham yang menguat mencapai lebih dari dua kali saham yang turun, sektor kembali didominasi penguatan, dan arus asing berubah positif. Ketiganya menunjukkan tekanan jual sehari sebelumnya mereda, meski belum cukup untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan.
IHSG Bertahan Dekat Titik Tertinggi, 9 Sektor Berbalik Menguat
Aktivitas perdagangan sesi I mencapai Rp7,919 triliun dengan volume 19,435 miliar saham dan frekuensi 1.184.466 kali transaksi. Sebanyak 449 saham menguat, 171 melemah, dan 170 tidak berubah.
Sembilan dari sebelas sektor bergerak positif. Infrastruktur memimpin dengan kenaikan 4,01%, disusul teknologi 2,05%, energi 1,98%, bahan baku 1,33%, perindustrian 1,13%, dan barang konsumen siklikal 1,10%. Transportasi turun 0,72% dan kesehatan melemah 0,12%.
Perbaikan juga terlihat di luar saham berkapitalisasi besar. IDX SMC Liquid naik 1,25% dan IDX SMC Composite bertambah 1,07%. Sehari sebelumnya, kedua indeks tersebut turun masing-masing 1,68% dan 1,74%.
Artinya, rebound sesi I memiliki partisipasi yang lebih luas dibanding sekadar kenaikan beberapa saham penggerak indeks. Pembalikan breadth menjadi salah satu perbedaan utama dibanding perdagangan 11 Agustus.
Asing Berbalik Masuk, tetapi Saldo Positif Bertumpu pada BBCA
Stockbit Sekuritas mencatat pembelian asing All Market sekitar Rp2,66 triliun dan penjualan sekitar Rp2,33 triliun. Selisihnya menghasilkan net foreign buy Rp326,91 miliar pada sesi I.
BBCA menjadi tujuan pembelian asing terbesar dengan net buy Rp236,76 miliar. Setelah BBCA, arus masuk terbesar tercatat pada PTRO Rp88,02 miliar, BRPT Rp82,22 miliar, BREN Rp79,12 miliar, dan CUAN Rp60,20 miliar.
Di sisi lain, saham besar belum bergerak searah. BMRI mencatat net sell Rp118,37 miliar, TLKM Rp65,98 miliar, dan BBRI Rp27,99 miliar.
Komposisi tersebut membuat perubahan saldo asing menjadi positif tetap penting, tetapi belum menunjukkan pembelian yang merata di saham likuid utama.
Top 10 Net Foreign Buy
| Saham | Net Foreign Buy |
|---|---|
| BBCA | Rp236,76 miliar |
| PTRO | Rp88,02 miliar |
| BRPT | Rp82,22 miliar |
| BREN | Rp79,12 miliar |
| CUAN | Rp60,20 miliar |
| DSSA | Rp35,93 miliar |
| ENRG | Rp34,42 miliar |
| BRMS | Rp24,55 miliar |
| MBMA | Rp11,45 miliar |
| EXCL | Rp10,11 miliar |
Top 10 Net Foreign Sell
| Saham | Net Foreign Sell |
|---|---|
| BMRI | Rp118,37 miliar |
| TLKM | Rp65,98 miliar |
| BBRI | Rp27,99 miliar |
| UNTR | Rp19,44 miliar |
| ISAT | Rp16,71 miliar |
| MDKA | Rp15,77 miliar |
| AMMN | Rp15,51 miliar |
| MEDC | Rp13,05 miliar |
| KOTA | Rp12,46 miliar |
| ANTM | Rp10,99 miliar |
Catatan: nilai transaksi asing per saham mengikuti estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata sesi I dan volume bersih transaksi asing.
Pergerakan ISAT menunjukkan bahwa harga dan arus asing tidak selalu bergerak searah. ISAT melonjak 17,21%, tetapi tetap mencatat net foreign sell Rp16,71 miliar. Kenaikan harga saham tersebut karena itu tidak dapat langsung dibaca sebagai hasil akumulasi investor asing.
Small-Mid Cap Lebih Kuat, Indeks Likuid Belum Mengejar
Keterbatasan rebound terlihat pada indeks saham likuid. LQ45 hanya naik 0,46% dan IDX30 menguat 0,14%, jauh di bawah kenaikan IHSG sebesar 1,00%.
Sebaliknya, IDX SMC Liquid naik 1,25% dan IDX SMC Composite bertambah 1,07%. Partisipasi pasar pada sesi I dengan demikian lebih kuat di luar kelompok saham paling likuid.
Rebound akan memperoleh konfirmasi yang lebih kuat jika penguatan mulai meluas ke LQ45 dan IDX30 bersamaan dengan foreign flow yang tetap positif. Tanpa itu, kenaikan IHSG masih menyisakan ketimpangan antara indeks utama dan saham likuid besar.
Sesi II Menguji Ketahanan Rebound
Sesi II akan menguji tiga hal: arah foreign flow, luasnya breadth, dan kemampuan saham likuid mempertahankan atau memperluas kenaikan.
Pembacaan sesi I tetap konstruktif selama asing bertahan sebagai pembeli bersih dan jumlah saham naik tetap dominan. Konfirmasi akan menjadi lebih kuat jika LQ45 dan IDX30 mulai mengejar kenaikan IHSG.
Sebaliknya, kombinasi foreign flow yang kembali negatif, breadth yang menyempit, dan IHSG yang turun menuju level terendah sesi I 6.272,303 akan mengurangi kekuatan rebound. Area penutupan 11 Agustus di 6.267,880 juga tetap menjadi pembanding penting jika tekanan kembali meningkat.
Bukti utama pada sesi II bukan sekadar apakah IHSG tetap hijau, tetapi apakah kenaikan tetap didukung partisipasi pasar dan arus asing.
Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.