Banyu Capital

IHSG Naik 1,00% dengan 449 Saham Menguat, Asing Berbalik Net Buy Rp327 Miliar

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

Kenaikan IHSG pada sesi I 12 Agustus 2026 tidak hanya ditopang indeks utama. Sebanyak 449 saham menguat, 9 dari 11 sektor bergerak positif, dan asing berbalik mencatat net buy All Market Rp326,91 miliar. Meski demikian, pembelian asing masih terkonsentrasi pada beberapa saham, sementara LQ45 dan IDX30 tertinggal dari IHSG.

Dashboard Market Notes Midday Banyu Capital untuk perdagangan BEI sesi I 12 Agustus 2026
IHSG naik 1,00% pada sesi I 12 Agustus 2026 dengan 449 saham menguat dan asing mencatat net buy All Market Rp326,91 miliar. Breadth membaik, tetapi LQ45 dan IDX30 masih tertinggal dari IHSG. Sumber: Stockbit Sekuritas dan RTI Business.

IHSG naik 62,478 poin atau 1,00% ke 6.330,358 setelah dibuka di 6.277,763. Indeks sempat turun ke 6.272,303 sebelum bergerak hingga 6.336,504 dan memasuki jeda sesi I hanya sekitar enam poin di bawah level tertinggi.

Pergerakan ini berlawanan dengan tekanan luas sehari sebelumnya. Pada 11 Agustus, IHSG turun 1,53%, 542 saham melemah, 10 dari 11 sektor turun, dan asing mencatat net sell All Market Rp687,80 miliar.

Perubahan paling penting pada sesi I bukan hanya kenaikan indeks. Jumlah saham yang menguat mencapai lebih dari dua kali saham yang turun, sektor kembali didominasi penguatan, dan arus asing berubah positif. Ketiganya menunjukkan tekanan jual sehari sebelumnya mereda, meski belum cukup untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan.

IHSG Bertahan Dekat Titik Tertinggi, 9 Sektor Berbalik Menguat

Aktivitas perdagangan sesi I mencapai Rp7,919 triliun dengan volume 19,435 miliar saham dan frekuensi 1.184.466 kali transaksi. Sebanyak 449 saham menguat, 171 melemah, dan 170 tidak berubah.

Sembilan dari sebelas sektor bergerak positif. Infrastruktur memimpin dengan kenaikan 4,01%, disusul teknologi 2,05%, energi 1,98%, bahan baku 1,33%, perindustrian 1,13%, dan barang konsumen siklikal 1,10%. Transportasi turun 0,72% dan kesehatan melemah 0,12%.

Perbaikan juga terlihat di luar saham berkapitalisasi besar. IDX SMC Liquid naik 1,25% dan IDX SMC Composite bertambah 1,07%. Sehari sebelumnya, kedua indeks tersebut turun masing-masing 1,68% dan 1,74%.

Artinya, rebound sesi I memiliki partisipasi yang lebih luas dibanding sekadar kenaikan beberapa saham penggerak indeks. Pembalikan breadth menjadi salah satu perbedaan utama dibanding perdagangan 11 Agustus.

Asing Berbalik Masuk, tetapi Saldo Positif Bertumpu pada BBCA

Stockbit Sekuritas mencatat pembelian asing All Market sekitar Rp2,66 triliun dan penjualan sekitar Rp2,33 triliun. Selisihnya menghasilkan net foreign buy Rp326,91 miliar pada sesi I.

BBCA menjadi tujuan pembelian asing terbesar dengan net buy Rp236,76 miliar. Setelah BBCA, arus masuk terbesar tercatat pada PTRO Rp88,02 miliar, BRPT Rp82,22 miliar, BREN Rp79,12 miliar, dan CUAN Rp60,20 miliar.

Di sisi lain, saham besar belum bergerak searah. BMRI mencatat net sell Rp118,37 miliar, TLKM Rp65,98 miliar, dan BBRI Rp27,99 miliar.

Komposisi tersebut membuat perubahan saldo asing menjadi positif tetap penting, tetapi belum menunjukkan pembelian yang merata di saham likuid utama.

Top 10 Net Foreign Buy

Saham Net Foreign Buy
BBCA Rp236,76 miliar
PTRO Rp88,02 miliar
BRPT Rp82,22 miliar
BREN Rp79,12 miliar
CUAN Rp60,20 miliar
DSSA Rp35,93 miliar
ENRG Rp34,42 miliar
BRMS Rp24,55 miliar
MBMA Rp11,45 miliar
EXCL Rp10,11 miliar

Top 10 Net Foreign Sell

Saham Net Foreign Sell
BMRI Rp118,37 miliar
TLKM Rp65,98 miliar
BBRI Rp27,99 miliar
UNTR Rp19,44 miliar
ISAT Rp16,71 miliar
MDKA Rp15,77 miliar
AMMN Rp15,51 miliar
MEDC Rp13,05 miliar
KOTA Rp12,46 miliar
ANTM Rp10,99 miliar

Catatan: nilai transaksi asing per saham mengikuti estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata sesi I dan volume bersih transaksi asing.

Pergerakan ISAT menunjukkan bahwa harga dan arus asing tidak selalu bergerak searah. ISAT melonjak 17,21%, tetapi tetap mencatat net foreign sell Rp16,71 miliar. Kenaikan harga saham tersebut karena itu tidak dapat langsung dibaca sebagai hasil akumulasi investor asing.

Small-Mid Cap Lebih Kuat, Indeks Likuid Belum Mengejar

Keterbatasan rebound terlihat pada indeks saham likuid. LQ45 hanya naik 0,46% dan IDX30 menguat 0,14%, jauh di bawah kenaikan IHSG sebesar 1,00%.

Sebaliknya, IDX SMC Liquid naik 1,25% dan IDX SMC Composite bertambah 1,07%. Partisipasi pasar pada sesi I dengan demikian lebih kuat di luar kelompok saham paling likuid.

Rebound akan memperoleh konfirmasi yang lebih kuat jika penguatan mulai meluas ke LQ45 dan IDX30 bersamaan dengan foreign flow yang tetap positif. Tanpa itu, kenaikan IHSG masih menyisakan ketimpangan antara indeks utama dan saham likuid besar.

Sesi II Menguji Ketahanan Rebound

Sesi II akan menguji tiga hal: arah foreign flow, luasnya breadth, dan kemampuan saham likuid mempertahankan atau memperluas kenaikan.

Pembacaan sesi I tetap konstruktif selama asing bertahan sebagai pembeli bersih dan jumlah saham naik tetap dominan. Konfirmasi akan menjadi lebih kuat jika LQ45 dan IDX30 mulai mengejar kenaikan IHSG.

Sebaliknya, kombinasi foreign flow yang kembali negatif, breadth yang menyempit, dan IHSG yang turun menuju level terendah sesi I 6.272,303 akan mengurangi kekuatan rebound. Area penutupan 11 Agustus di 6.267,880 juga tetap menjadi pembanding penting jika tekanan kembali meningkat.

Bukti utama pada sesi II bukan sekadar apakah IHSG tetap hijau, tetapi apakah kenaikan tetap didukung partisipasi pasar dan arus asing.

Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes