IHSG Turun 0,60% dengan 361 Saham Melemah, Asing Net Sell Rp371 Miliar
Tekanan pada Sesi I 19 Agustus 2026 lebih luas dibanding struktur penutupan sehari sebelumnya. IHSG turun 0,60%, sebanyak 361 saham melemah dan 9 dari 11 sektor berada di zona negatif, sementara investor asing mencatat net sell All Market Rp371,31 miliar.
Breadth yang pada 18 Agustus masih menopang kenaikan kini ikut berbalik negatif. Sehari sebelumnya, partisipasi pasar masih luas meskipun saham likuid dan foreign flow sudah memberikan konfirmasi yang lebih lemah.
Tekanan tersebut belum berlangsung seragam. LQ45 dan IDX30 turun lebih ringan daripada IHSG, sementara Property dan Infrastructure masih menguat. Data Midday karena itu lebih tepat dibaca sebagai pelebaran tekanan pasar, bukan penjualan merata pada seluruh kelompok saham.
Rebound Pagi Tidak Bertahan, IHSG Kembali ke 6.411
IHSG berada di 6.411,20 pada akhir Sesi I, turun 38,63 poin atau 0,60%. Indeks dibuka di 6.408,18, sempat turun ke 6.373,81, kemudian berbalik naik hingga 6.490,91.
Level tertinggi tersebut hampir menyamai puncak perdagangan 18 Agustus di 6.490,65. Pemulihan tidak bertahan. Dari level tertinggi Sesi I, IHSG kehilangan sekitar 79,72 poin menuju posisi Midday.
Indeks juga kembali berada di bawah penutupan 18 Agustus pada 6.449,83. Nilai transaksi Sesi I mencapai sekitar Rp7,35 triliun, dengan volume 21,44 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,31 juta kali.
Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan pagi sempat terserap ketika IHSG bangkit dari titik terendah. Konfirmasi pemulihan melemah setelah indeks kembali mendekati area puncak sehari sebelumnya tetapi tidak mampu mempertahankan kenaikannya.
Breadth Berbalik Negatif, tetapi Saham Likuid Relatif Lebih Tahan
RTI Business mencatat 233 saham menguat, 361 melemah, dan 191 tidak berubah. Jumlah saham turun sekitar 1,55 kali saham naik.
Sembilan dari sebelas sektor berada di zona negatif. Energy turun 1,35%, Basic Materials melemah 0,86%, dan Consumer Non-Cyclicals turun 0,72%.
Property menjadi sektor terkuat dengan kenaikan 1,51%, disusul Infrastructure sebesar 0,82%.
Struktur ini berbeda dari perdagangan sehari sebelumnya. Pada 18 Agustus, sebanyak 399 saham masih menguat dan sepuluh sektor berakhir positif meskipun IHSG kehilangan sebagian momentum menjelang penutupan.
Kali ini pasar yang lebih luas ikut melemah. Meski demikian, kelompok saham likuid relatif lebih tahan. IDX30 turun 0,22%, LQ45 melemah 0,29%, dan IDX80 turun 0,40%, lebih ringan daripada koreksi IHSG sebesar 0,60%. SRI-KEHATI hanya turun 0,02%.
Divergensi belum hilang, tetapi bentuknya berubah. Pada 18 Agustus, breadth jauh lebih kuat daripada saham likuid. Pada Sesi I 19 Agustus, sebagian indeks saham likuid justru bertahan lebih baik ketika tekanan menyebar ke pasar yang lebih luas.
Foreign Flow Tetap Negatif, tetapi Distribusinya Tidak Seragam
Stockbit Sekuritas mencatat foreign buy All Market sekitar Rp1,73 triliun dan foreign sell sekitar Rp2,10 triliun pada Sesi I. Selisihnya menghasilkan net foreign sell sekitar Rp371,31 miliar.
Nilai tersebut sudah sekitar Rp16,14 miliar lebih besar daripada net sell All Market sepanjang perdagangan 18 Agustus sebesar Rp355,17 miliar. Karena data 19 Agustus baru mencakup Sesi I, perbandingan ini belum menunjukkan posisi akhir arus asing hari ini.
Top 10 Net Foreign Buy
| Saham | Estimasi Net Foreign Buy |
|---|---|
| TINS | Rp109,19 miliar |
| BBCA | Rp61,80 miliar |
| TLKM | Rp11,08 miliar |
| INDF | Rp7,98 miliar |
| PSAB | Rp7,79 miliar |
| ICBP | Rp7,12 miliar |
| ANTM | Rp6,63 miliar |
| ELSA | Rp6,53 miliar |
| ADRO | Rp6,42 miliar |
| ARKO | Rp6,02 miliar |
Top 10 Net Foreign Sell
| Saham | Estimasi Net Foreign Sell |
|---|---|
| ASII | Rp49,01 miliar |
| INET | Rp41,34 miliar |
| BUMI | Rp39,62 miliar |
| ISAT | Rp35,45 miliar |
| TPIA | Rp28,19 miliar |
| AMMN | Rp27,95 miliar |
| GOTO | Rp25,08 miliar |
| AADI | Rp24,79 miliar |
| CUAN | Rp22,95 miliar |
| KIJA | Rp22,52 miliar |
Nilai per saham merupakan estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata Sesi I dan volume bersih transaksi asing.
Distribusi per saham menunjukkan arus asing tidak bergerak ke arah yang sama. BBCA dan TLKM masih berada di sisi net buy, sementara ASII, ISAT, TPIA, dan AMMN masuk kelompok net sell. Posisi asing secara agregat tetap negatif tanpa menunjukkan penjualan seragam pada seluruh saham besar.
Konfirmasi Sesi II Harus Datang dari Breadth dan Arus Asing
Breadth menjadi bukti utama yang perlu diuji pada Sesi II. Tekanan Midday akan memperoleh konfirmasi lebih kuat jika jumlah saham melemah tetap jauh lebih besar daripada saham menguat dan mayoritas sektor bertahan negatif.
Arus asing memberi bukti berikutnya. Net sell yang terus membesar akan memperkuat pembacaan tekanan, sedangkan penyusutannya dapat menunjukkan sebagian penjualan Sesi I mulai terserap.
Posisi indeks melengkapi dua indikator tersebut. Area 6.448 sampai 6.450 mencakup level terendah dan penutupan 18 Agustus. Kemampuan IHSG kembali ke area itu, disertai breadth yang membaik dan net sell asing yang menyusut, akan melemahkan pembacaan bahwa tekanan Sesi I terus meluas.
Sebaliknya, kegagalan kembali ke area tersebut dengan breadth yang tetap negatif dan penjualan asing yang membesar akan mempertahankan pembacaan bahwa tekanan belum mereda.
Bukti utama pada Sesi II bukan sekadar apakah IHSG berakhir hijau atau merah. Yang perlu dilihat adalah apakah breadth, indeks saham likuid, dan foreign flow kembali bergerak ke arah yang sama.
Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.