IHSG Naik 1,47% dengan 417 Saham Menguat, tetapi Foreign Flow Masih Terkonsentrasi
IHSG kembali di atas 6.450 pada Sesi I 20 Agustus 2026 dengan 417 saham menguat dan 10 dari 11 sektor berada di zona positif. Transaksi asing All Market juga mencatat net buy Rp648,22 miliar, tetapi estimasi transaksi per saham memperlihatkan aliran dana masih terkonsentrasi pada sejumlah saham.
Pada penutupan 19 Agustus, IHSG turun 0,86% dengan 363 saham melemah. Area sekitar 6.448-6.450 menjadi salah satu level yang perlu direbut kembali agar tekanan mulai mereda.
Sesi I hari ini memberi dua konfirmasi awal sekaligus. IHSG naik 93,83 poin atau 1,47% ke 6.487,96, sementara jumlah saham menguat berbalik mendominasi pasar. Perubahan utama bukan hanya indeks kembali hijau, tetapi partisipasi kenaikan yang jauh lebih luas.
IHSG Kembali di Atas 6.450 dan Bertahan Dekat Level Tertinggi Sesi
IHSG membuka perdagangan di 6.447,25 dan sempat turun ke 6.444,40. Indeks kemudian naik hingga 6.493,75 sebelum mengakhiri Sesi I di 6.487,96, hanya sekitar 5,8 poin di bawah level tertinggi sesi.
Nilai transaksi mencapai sekitar Rp7,98 triliun dengan volume 22,46 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,30 juta kali.
Sebagian besar kenaikan sejak pembukaan masih bertahan sampai jeda siang. Setelah area 6.448-6.450 direbut kembali, pembuktian berikutnya bergeser pada kemampuan IHSG mempertahankan level tersebut hingga penutupan.
417 Saham Menguat dan 10 Sektor Positif
Breadth menjadi bukti paling kuat bahwa kenaikan tidak hanya bergantung pada beberapa saham besar.
Sebanyak 417 saham menguat, 187 melemah, dan 185 tidak berubah. Rasio saham naik terhadap saham turun mencapai sekitar 2,23 kali. Dari saham yang bergerak, sekitar 69% berada di zona positif.
Perubahannya tajam dibanding penutupan 19 Agustus, ketika hanya 238 saham menguat sementara 363 saham melemah.
Penguatan juga tersebar ke hampir seluruh sektor. Basic Materials memimpin dengan kenaikan 3,58%, disusul Industrials 1,80% dan Consumer Cyclicals 1,74%. Healthcare dan Technology masing-masing naik 1,57%, sementara Energy menguat 1,30%.
Consumer Non-Cyclicals naik 1,12%, Infrastructure 0,87%, Financials 0,65%, dan Property 0,29%. Hanya Transportation yang turun tipis 0,05%.
Basic Materials memang memimpin, tetapi sembilan sektor lain juga berada di zona positif. Kenaikan Sesi I karena itu tidak hanya bertumpu pada satu sektor.
IDX80 dan KOMPAS100 Mengungguli IDX30
Struktur antarindeks memberi bukti tambahan bahwa partisipasi meluas di luar kelompok saham terbesar.
IDX30 naik 1,14% dan LQ45 menguat 1,46%. IDX80 naik lebih tinggi sebesar 1,73%, sedangkan KOMPAS100 mencapai 1,82%, dibanding kenaikan IHSG sebesar 1,47%.
IDX Small-Mid Cap Composite juga naik 1,45% dan IDX Small-Mid Cap Liquid menguat 1,36%.
LQ45 tetap bergerak hampir sejalan dengan IHSG, tetapi IDX80 dan KOMPAS100 mencatat kenaikan lebih tinggi. Partisipasi rebound karena itu meluas di luar kelompok IDX30.
Asing Net Buy Rp648 Miliar, tetapi Terkonsentrasi pada Saham Komoditas
Transaksi asing All Market mencatat pembelian sekitar Rp2,52 triliun dan penjualan sekitar Rp1,88 triliun. Selisihnya menghasilkan net buy Rp648,22 miliar pada Sesi I.
AMMN mencatat estimasi net buy terbesar sekitar Rp333,40 miliar, disusul BBRI Rp186,23 miliar, ANTM Rp114,91 miliar, BRMS Rp105,51 miliar, dan BUMI Rp66,84 miliar.
Top 10 Estimasi Net Foreign Buy
| Saham | Estimasi Net Buy |
|---|---|
| AMMN | Rp333,40 miliar |
| BBRI | Rp186,23 miliar |
| ANTM | Rp114,91 miliar |
| BRMS | Rp105,51 miliar |
| BUMI | Rp66,84 miliar |
| PSAB | Rp55,11 miliar |
| DEWA | Rp38,38 miliar |
| MBMA | Rp30,74 miliar |
| MDKA | Rp25,39 miliar |
| INCO | Rp20,80 miliar |
Sembilan dari 10 saham pada daftar tersebut berasal dari kompleks tambang, logam, atau jasa pertambangan.
Total estimasi net buy pada sembilan saham tersebut mencapai sekitar Rp791,08 miliar, lebih besar daripada net buy agregat All Market Rp648,22 miliar. Selisih ini memperlihatkan bahwa pembelian besar pada kelompok tersebut masih diimbangi penjualan asing pada saham lain.
Top 10 Estimasi Net Foreign Sell
| Saham | Estimasi Net Sell |
|---|---|
| DSSA | Rp83,52 miliar |
| BMRI | Rp58,81 miliar |
| GOTO | Rp43,35 miliar |
| TPIA | Rp38,32 miliar |
| BBNI | Rp32,98 miliar |
| ASII | Rp29,22 miliar |
| ISAT | Rp23,72 miliar |
| AADI | Rp22,01 miliar |
| EMAS | Rp21,07 miliar |
| TLKM | Rp18,20 miliar |
Nilai per saham pada kedua tabel merupakan estimasi Stockbit berdasarkan harga rata-rata Sesi I dan volume bersih transaksi asing. Angka tersebut digunakan untuk membaca arah dan konsentrasi transaksi, bukan sebagai nilai net foreign final per ticker.
Komposisi arus asing masih berbeda antar-saham besar. BBRI memperoleh estimasi net buy Rp186,23 miliar, sedangkan BMRI dan BBNI berada di sisi net sell. BBCA juga mencatat estimasi net sell, meski tidak masuk 10 besar.
Data yang tersedia belum merinci arus asing Pasar Reguler Sesi I 20 Agustus. Karena itu, foreign flow lebih tepat menjadi konfirmasi tambahan terhadap rebound, bukan fondasi utama pembacaan pasar.
Empat Indikator Menentukan Ketahanan Rebound Setelah Sesi I
Data Midday menunjukkan perubahan pada dua kondisi penting dari penutupan sehari sebelumnya: IHSG kembali di atas 6.450 dan saham naik kembali mendominasi pasar.
Pada saat data Sesi I dicatat, empat indikator menjadi standar pembuktian berikutnya:
- IHSG bertahan di atas sekitar 6.450 dan tidak kehilangan sebagian besar kenaikan Sesi I.
- Saham naik tetap dominan dan mayoritas sektor tetap positif.
- LQ45 dan IDX30 tetap berada di zona hijau sehingga kenaikan tidak semakin menyempit.
- All Market asing mempertahankan net buy. Jika data Pasar Reguler tersedia, arahnya menjadi pembanding tambahan.
Kembalinya IHSG ke bawah 6.450 bersamaan dengan penyempitan breadth dan melemahnya saham likuid akan mengurangi kekuatan pembacaan Midday.
Dengan demikian, kenaikan 1,47% bukan satu-satunya perubahan penting pada Sesi I. Bukti yang lebih kuat berasal dari struktur internal pasar: 417 saham menguat, 10 dari 11 sektor positif, dan indeks yang mencakup saham lebih luas mampu mengungguli IDX30.
Arus asing memberi dukungan tambahan, tetapi komposisinya belum merata. Data penutupan diperlukan untuk menilai apakah breadth, area 6.450, dan dukungan saham likuid mampu mempertahankan perubahan yang terlihat pada Sesi I.
Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.