IHSG Naik 0,52% dan IDX30 0,92%, tetapi Breadth Menyempit ke 320 Saham Menguat
IHSG melanjutkan kenaikan pada Sesi I 21 Agustus 2026 dan bertahan di atas 6.500. Saham likuid justru memimpin, tetapi partisipasi pasar tidak lagi seluas sehari sebelumnya. Net buy asing All Market tetap positif, meski sebagian besar terkonsentrasi pada bank besar.
IHSG berada di 6.535,575 pada akhir Sesi I, naik 33,990 poin atau 0,52%. Indeks dibuka di 6.524,075, sempat menyentuh 6.507,434, lalu mencapai 6.543,998. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp8,965 triliun dengan volume 26,651 miliar saham dan sekitar 1,35 juta transaksi.
Pergerakan harga masih memberi follow-through terhadap rebound 20 Agustus. Titik terendah Sesi I tetap berada di atas penutupan sebelumnya di 6.501,585, sementara titik tertinggi hari ini sudah melewati high 20 Agustus di 6.514,678.
Struktur kenaikannya berubah. Rebound yang sangat luas pada 20 Agustus mulai bergeser menjadi kenaikan yang lebih selektif, dengan saham likuid dan bank besar mengambil peran lebih besar.
Saham Likuid Memimpin saat Breadth Mulai Menyempit
RTI Business mencatat 320 saham naik, 268 turun, dan 196 tidak berubah. Rasio saham naik terhadap saham turun sekitar 1,19 kali.
Breadth tersebut masih positif, tetapi lebih tipis dibanding Midday 20 Agustus ketika 417 saham naik dan 187 saham turun. Saat itu rasio saham naik terhadap saham turun mencapai sekitar 2,23 kali.
Penyempitan juga terlihat pada sektor. Delapan dari 11 sektor masih positif pada Sesi I, turun dari 10 sektor positif pada Midday sehari sebelumnya.
Industrials memimpin dengan kenaikan 0,87%, disusul Energy 0,82%, Infrastructures 0,70%, dan Financials 0,65%. Sebaliknya, Healthcare turun 1,08%, Technology melemah 0,58%, dan Transportation & Logistics turun tipis 0,08%.
Meski partisipasi saham lebih sempit, kelompok saham likuid justru menunjukkan penguatan yang lebih besar. IDX30 naik 0,92% dan LQ45 0,81%, dibanding kenaikan IHSG sebesar 0,52%.
Selisih tersebut penting. Kenaikan indeks kali ini tidak hanya bergantung pada saham non-likuid atau penguatan yang tersebar tipis. Saham berkapitalisasi besar dan likuid ikut mengambil kepemimpinan.
Karena itu, penyempitan breadth belum cukup untuk menyimpulkan bahwa rebound mulai kehilangan tenaga. Sesi I lebih menunjukkan pergeseran dari rebound yang sangat luas menjadi kenaikan yang lebih selektif.
Net Buy Asing Rp363 Miliar Lebih Banyak Mengalir ke Bank Besar
Investor asing mencatat pembelian Rp2,39 triliun dan penjualan Rp2,03 triliun di All Market hingga akhir Sesi I. Selisihnya menghasilkan net buy sekitar Rp362,65 miliar.
Arus tersebut terkonsentrasi kuat pada bank besar.
BBRI mencatat estimasi net buy Rp379,24 miliar. BBCA menyusul Rp99,35 miliar, BBNI Rp86,28 miliar, dan BMRI Rp50,96 miliar.
Total estimasi net buy empat bank itu mencapai sekitar Rp615,83 miliar. Nilainya lebih besar daripada net buy All Market secara keseluruhan karena pembelian pada bank-bank tersebut diimbangi oleh net sell pada saham lain.
Dengan kata lain, angka agregat Rp362,65 miliar belum menunjukkan pembelian asing yang merata. Dukungan asing pada Sesi I lebih banyak terkonsentrasi pada beberapa saham besar, terutama perbankan.
Top 10 Estimasi Net Foreign Buy
| Saham | Estimasi Net Buy |
|---|---|
| BBRI | Rp379,24 miliar |
| BBCA | Rp99,35 miliar |
| TPIA | Rp94,31 miliar |
| BBNI | Rp86,28 miliar |
| BMRI | Rp50,96 miliar |
| DSSA | Rp19,82 miliar |
| BRPT | Rp12,82 miliar |
| CUAN | Rp12,74 miliar |
| PIPA | Rp5,91 miliar |
| INDF | Rp5,21 miliar |
Top 10 Estimasi Net Foreign Sell
| Saham | Estimasi Net Sell |
|---|---|
| AMMN | Rp43,27 miliar |
| BRMS | Rp40,47 miliar |
| ISAT | Rp27,04 miliar |
| BUMI | Rp26,09 miliar |
| COIN | Rp19,21 miliar |
| ASII | Rp17,88 miliar |
| ARCI | Rp15,55 miliar |
| BREN | Rp14,43 miliar |
| AADI | Rp13,03 miliar |
| KLBF | Rp12,77 miliar |
Komposisi tersebut juga berbeda dari perdagangan sehari sebelumnya. AMMN, BRMS, dan BUMI yang mendapat pembelian asing relatif besar pada 20 Agustus beralih ke sisi net sell pada Sesi I hari ini. Pada saat yang sama, pembelian meningkat pada kelompok bank besar.
Nilai per saham merupakan estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata Sesi I dan volume bersih transaksi asing.
Data 21 Agustus yang tersedia menunjukkan foreign flow All Market. Data khusus Pasar Reguler belum tersedia dalam dataset Sesi I, sehingga belum dapat dipastikan apakah net buy Pasar Reguler yang muncul pada penutupan 20 Agustus juga berlanjut hari ini.
Sesi II Akan Menguji Ketahanan Area 6.500 dan Breadth
Area 6.500 menjadi indikator pertama pada Sesi II. Selama IHSG bertahan di atas area tersebut, follow-through harga dari rebound 20 Agustus masih terjaga.
Indikator kedua adalah breadth. Jumlah saham naik masih lebih besar daripada saham turun pada akhir Sesi I. Kondisi tersebut perlu dipertahankan agar penyempitan partisipasi tidak berubah menjadi tekanan pasar yang lebih luas.
IDX30 dan LQ45 juga perlu tetap berpartisipasi. Kekuatan relatif saham likuid menjadi salah satu penopang kenaikan hari ini, terutama ketika penguatan saham dan sektor tidak lagi seluas perdagangan sebelumnya.
Terakhir, foreign flow perlu dibaca dari arah dan penyebarannya. Kelanjutan net buy akan memberi konfirmasi yang lebih luas jika alirannya tidak hanya terkonsentrasi pada beberapa bank besar.
Pembacaan Sesi I mulai melemah jika IHSG kehilangan 6.500, jumlah saham turun melampaui saham naik, IDX30 dan LQ45 mulai tertinggal, serta arus asing berbalik menjadi net sell.
Sesi II akan menguji apakah kekuatan relatif saham likuid tetap bertahan tanpa diikuti penyempitan partisipasi pasar yang lebih dalam.
Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.