Banyu Capital

IHSG Rebound 0,93% di Sesi 1, tetapi Asing Masih Net Sell Rp1,09 Triliun

Dashboard rekap sesi 1 BEI 25 Mei 2026
Dashboard rekap sesi 1 BEI 25 Mei 2026 menunjukkan IHSG menguat 0,93 persen ke 6.219,35, tetapi asing masih mencatat net sell Rp1,09 triliun. Data: Stockbit Sekuritas.

IHSG mencoba rebound pada perdagangan sesi 1 Senin, 25 Mei 2026. Indeks naik 57,30 poin atau 0,93 persen ke 6.219,35, tetapi penguatan ini belum sepenuhnya diikuti perbaikan arus dana asing.

Data Stockbit Sekuritas menunjukkan asing masih mencatat net sell Rp1,09 triliun pada sesi 1, dengan foreign buy Rp2,83 triliun dan foreign sell Rp3,92 triliun.

Dengan komposisi seperti ini, penguatan IHSG lebih tepat dibaca sebagai rebound selektif. Indeks memang hijau, tetapi arus asing belum menunjukkan pembalikan yang kuat.

Indikator Sesi 1, 25 Mei 2026
IHSG 6.219,35
Perubahan +57,30 poin
Harian +0,93%
Foreign Buy Rp2,83T
Foreign Sell Rp3,92T
Net Foreign Sell -Rp1,09T

Data ini menunjukkan dua hal sekaligus. Pertama, pasar sedang mencoba memantul. Kedua, pantulan tersebut belum sepenuhnya didukung oleh arus dana asing.

Rotasi Sektor Belum Merata

Dari sisi sektor, penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan mayoritas sektor. Transport memimpin dengan penguatan 4,19 persen, diikuti Cyclical 1,99 persen, Property 1,24 persen, dan Finance 1,06 persen.

Namun, tekanan masih terlihat pada sektor berbasis komoditas. Energy turun 1,35 persen, sementara Basic Industry melemah 0,44 persen. Ini menunjukkan rebound pasar belum merata ke semua area.

Sektor Perubahan
Transport +4,19%
Cyclical +1,99%
Property +1,24%
Finance +1,06%
Infrastructure +0,96%
Industrial +0,81%
Non-Cyclical +0,55%
Technology +0,52%
Health +0,42%
Basic Industry -0,44%
Energy -1,35%

Rotasi ini menunjukkan penguatan belum merata. Pasar masih memilih sektor tertentu, sementara Energy dan Basic Industry tetap tertahan.

Asing Masuk Selektif ke BBCA dan BBRI

Di tengah net sell asing secara agregat, masih ada pembelian selektif pada beberapa saham. Data Stockbit Sekuritas menunjukkan BBCA menjadi saham dengan net foreign buy terbesar pada sesi 1, yaitu Rp213,57 miliar. BBRI menyusul dengan Rp171,03 miliar, lalu MDKA Rp70,09 miliar.

Rank Kode Net Foreign Buy
1 BBCA Rp213,57B
2 BBRI Rp171,03B
3 MDKA Rp70,09B
4 TCPI Rp8,14B
5 CMNT Rp5,02B
6 SSIA Rp4,02B
7 FILM Rp3,60B
8 IRSX Rp3,56B
9 EXCL Rp3,21B
10 WBSA Rp3,11B

Komposisi ini menunjukkan pembelian asing masih sangat terkonsentrasi. BBCA, BBRI, dan MDKA jauh lebih dominan dibanding saham lain dalam daftar.

Artinya, asing tidak benar-benar meninggalkan semua saham. Namun, asing juga belum membeli pasar secara merata. Aliran beli asing masih terlihat selektif, terutama pada saham bank besar dan satu saham mineral.

Tekanan Jual Masih Terlihat di Komoditas dan Saham Besar

Di sisi lain, tekanan jual asing masih cukup besar pada sejumlah saham. Berdasarkan dashboard Stockbit sesi 1 yang disusun ulang menurut nilai jual bersih terbesar, BUMI mencatat net foreign sell Rp115,33 miliar, disusul ANTM Rp90,59 miliar, BMRI Rp84,20 miliar, dan TPIA Rp81,11 miliar.

Rank Kode Net Foreign Sell
1 BUMI -Rp115,33B
2 ANTM -Rp90,59B
3 BMRI -Rp84,20B
4 TPIA -Rp81,11B
5 CUAN -Rp67,11B
6 BRPT -Rp58,46B
7 DEWA -Rp48,90B
8 CDIA -Rp47,04B
9 TLKM -Rp46,75B
10 AMMN -Rp41,37B

Daftar ini memperlihatkan tekanan asing masih menyentuh saham komoditas, konglomerasi, bank besar, dan telekomunikasi. BUMI, ANTM, CUAN, BRPT, DEWA, dan AMMN menunjukkan tekanan pada area komoditas. Sementara BMRI dan TLKM menunjukkan tekanan belum sepenuhnya hilang dari saham berkapitalisasi besar.

Kondisi ini penting karena IHSG tidak hanya bergerak karena jumlah sektor yang hijau, tetapi juga karena bobot saham besar. Jika tekanan asing pada saham besar berlanjut, rebound indeks berpotensi tetap rapuh.

Makna untuk Sesi 2

Sesi 2 menjadi konfirmasi penting untuk membaca kualitas rebound. Ada tiga skenario yang perlu diperhatikan.

Skenario positif terjadi jika IHSG mampu bertahan di atas 6.200, net foreign sell mengecil, dan sektor Finance tetap menjadi penopang. Dalam kondisi ini, rebound sesi 1 bisa terlihat lebih sehat.

Skenario netral terjadi jika IHSG tetap hijau, tetapi asing masih mencatat net sell besar. Dalam skenario ini, pasar masih berada dalam fase rebound selektif, belum pemulihan yang kuat.

Skenario negatif terjadi jika IHSG kehilangan sebagian besar kenaikan sesi 1 dan net foreign sell membesar. Dalam kondisi ini, rebound sesi 1 lebih tepat dibaca sebagai pantulan teknikal sementara.

Konfirmasi Sesi 2

Untuk sementara, data sesi 1 menunjukkan IHSG sedang mencoba memantul. Namun, arus asing belum mendukung narasi pemulihan yang solid.

Kunci berikutnya ada pada penutupan perdagangan. Jika tekanan asing mengecil dan IHSG bertahan di atas 6.200, pasar punya peluang membangun rebound yang lebih sehat. Sebaliknya, jika net sell asing tetap besar, IHSG masih berada dalam fase pemulihan yang rapuh.

Sumber: Stockbit Sekuritas, data sesi 1 perdagangan BEI 25 Mei 2026.

Ikuti Banyu Capital

#bei #bursa-saham #foreign-flow #ihsg #market-notes #market-recap #stockbit