IHSG Naik 0,70% dengan 466 Saham dan 11 Sektor Menguat, tetapi Asing Net Sell Rp264 Miliar
IHSG pulih hampir 74 poin dari titik terendah Sesi I dan kembali ke 6.450,276. Sebanyak 466 saham dan seluruh 11 sektor menguat, tetapi IDX30 dan LQ45 masih tertinggal sementara asing mencatat net sell Rp264,31 miliar secara All Market.
Tekanan sempat berlanjut pada pembukaan perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026. Setelah sehari sebelumnya ditutup di titik terendah 6.405,685, IHSG membuka di 6.390,353 dan turun hingga 6.376,654.
Arah kemudian berbalik. IHSG mengakhiri Sesi I di 6.450,276, naik 44,591 poin atau 0,70%.
Rebound kali ini tidak hanya terlihat pada IHSG. Sebanyak 466 saham menguat, hanya 145 melemah, dan 169 tidak berubah. Seluruh 11 sektor juga berada di zona positif. Struktur internal pasar membaik tajam dibanding penutupan sehari sebelumnya, meski dukungan dari saham berkapitalisasi besar dan aliran asing belum mengikuti dengan kekuatan yang sama.
IHSG Pulih 74 Poin dan Kembali di Atas 6.422
Dari titik terendah 6.376,654, IHSG pulih 73,622 poin hingga Midday. Posisi 6.450,276 juga hanya sekitar 6,5 poin di bawah high Sesi I di 6.456,751.
Nilai transaksi mencapai sekitar Rp6,381 triliun dengan volume 18,229 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,059 juta kali.
Area 6.422 menjadi pembuktian awal setelah tekanan besar pada 26 Agustus. Level tersebut sudah berhasil dilewati kembali pada Sesi I.
Ujian berikutnya berada di sekitar 6.474 sampai 6.500. Selama wilayah itu belum ditembus dan dipertahankan, kenaikan pagi lebih tepat dibaca sebagai perbaikan internal pasar yang masih membutuhkan konfirmasi lanjutan.
Breadth Menguat, tetapi Kepemimpinan Belum Datang dari Saham Besar
Breadth menjadi bukti terkuat bahwa rebound tidak sempit. Jumlah saham naik mencapai sekitar 3,2 kali jumlah saham turun.
Consumer Cyclicals memimpin dengan kenaikan 2,19%, disusul Transportation 2,14%, Property 1,66%, Energy 1,59%, dan Industrials 1,51%. Finance menjadi sektor yang paling tertinggal, tetapi masih menguat 0,13%.
Kepemimpinan indeks juga menunjukkan pola yang berbeda.
IDX SMC Composite naik 1,21% dan IDX SMC Liquid menguat 1,11%, keduanya melampaui kenaikan IHSG sebesar 0,70%. Sebaliknya, LQ45 hanya naik 0,29% dan IDX30 sebesar 0,17%.
Artinya, partisipasi penguatan sudah melebar ke saham berkapitalisasi kecil-menengah. Kelompok saham besar dan likuid belum menjadi pemimpin kenaikan.
Kondisi ini menjadi salah satu pembeda penting untuk Sesi II. Dasar kenaikan akan lebih kuat jika IDX30 dan LQ45 mulai mengejar tanpa diikuti penyempitan breadth.
Foreign Flow Masih Bergerak Berlawanan dengan Breadth
Divergensi utama datang dari aliran asing.
Stockbit Sekuritas mencatat Foreign Buy sekitar Rp1,67 triliun dan Foreign Sell Rp1,94 triliun. Secara All Market, asing masih membukukan net sell Rp264,31 miliar pada Sesi I.
Top 10 Net Foreign Buy
| No. | Saham | Estimasi Net Foreign Buy |
|---|---|---|
| 1 | BRMS | Rp28,42 miliar |
| 2 | TINS | Rp21,18 miliar |
| 3 | ICBP | Rp11,42 miliar |
| 4 | INET | Rp11,37 miliar |
| 5 | PSAB | Rp10,56 miliar |
| 6 | TAPG | Rp9,88 miliar |
| 7 | PTBA | Rp9,71 miliar |
| 8 | BUMI | Rp9,14 miliar |
| 9 | DEWA | Rp7,42 miliar |
| 10 | ADRO | Rp6,95 miliar |
Top 10 Net Foreign Sell
| No. | Saham | Estimasi Net Foreign Sell |
|---|---|---|
| 1 | BBRI | Rp145,98 miliar |
| 2 | GOTO | Rp127,57 miliar |
| 3 | TLKM | Rp67,21 miliar |
| 4 | BBNI | Rp24,94 miliar |
| 5 | TPIA | Rp24,87 miliar |
| 6 | ASII | Rp15,85 miliar |
| 7 | ISAT | Rp13,76 miliar |
| 8 | AMMN | Rp11,78 miliar |
| 9 | KIJA | Rp11,05 miliar |
| 10 | MDKA | Rp9,54 miliar |
Tiga penjualan bersih terbesar, BBRI, GOTO, dan TLKM, mencapai sekitar Rp340,76 miliar. Jumlah tersebut lebih besar daripada net sell agregat All Market, yang menunjukkan bahwa penjualan asing cukup terkonsentrasi dan sebagian diimbangi pembelian pada saham lain.
Di sisi beli, aliran asing terlihat pada sejumlah saham komoditas seperti BRMS, TINS, PSAB, PTBA, BUMI, DEWA, dan ADRO. Snapshot setengah hari belum cukup untuk menunjukkan bahwa pola tersebut merupakan perubahan preferensi asing yang lebih struktural.
Nilai foreign flow individual merupakan estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata Sesi I dan volume bersih. Data yang tersedia juga belum merinci foreign flow Regular Market Sesi I, sehingga Rp264,31 miliar hanya digunakan dalam basis All Market.
Sesi II Menguji 6.474-6.500 dan Ketahanan Breadth
Sesi I membalik dua tekanan utama dari penutupan sehari sebelumnya. IHSG kembali di atas 6.422 dan partisipasi saham yang menguat kembali melebar.
Pada Sesi II, dua hal paling penting adalah kemampuan IHSG mempertahankan area yang sudah dilewati kembali dan ketahanan breadth. IDX30 dan LQ45 juga perlu berhenti tertinggal agar kenaikan mendapat dukungan yang lebih merata.
Pergerakan menuju 6.474 sampai 6.500 akan memberi konfirmasi tambahan. Tekanan asing yang tidak membesar juga akan mengurangi divergensi antara pergerakan harga dan aliran dana.
Sebaliknya, pembacaan ini melemah apabila IHSG kembali kehilangan 6.422 bersamaan dengan menyempitnya jumlah saham menguat, bertambahnya sektor negatif, serta IDX30 dan LQ45 kembali melemah.
Risiko reversal Sesi II tetap relevan. Sehari sebelumnya, stabilisasi pada paruh pertama perdagangan gagal bertahan dan IHSG kehilangan sekitar 91 poin dari Midday hingga penutupan.
Konfirmasi yang lebih kuat membutuhkan harga yang bertahan, breadth yang tetap luas, dan berkurangnya ketertinggalan IDX30 serta LQ45.
Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.