IHSG Naik 1,03% dengan 423 Saham Menguat, 10 Sektor Positif, Asing Net Buy Rp554 Miliar
IHSG menguat dengan dukungan pasar yang lebih luas pada Sesi I 3 September 2026. Breadth kembali positif, LQ45 dan IDX30 bergerak lebih kuat daripada IHSG, 10 dari 11 sektor menguat, dan asing mencatat net buy Rp554,48 miliar di All Market. Dalam data Midday yang digunakan, foreign flow pasar reguler belum tersedia sehingga validasi arus dana masih belum lengkap.
IHSG mengakhiri Sesi I Kamis, 3 September 2026, di 6.663,56 atau naik 67,78 poin. Indeks dibuka di 6.632,83, sempat turun ke 6.614,71, lalu mencapai 6.669,82 sebelum mengakhiri sesi tidak jauh dari level tertingginya.
Perdagangan pagi belum cukup untuk memastikan penurunan tipis 2 September hanya merupakan konsolidasi. Yang sudah berubah adalah tekanan tidak lagi meluas di bawah permukaan indeks: jumlah saham naik kembali dominan, sementara LQ45 dan IDX30 tidak lagi tertinggal.
IHSG Bertahan di Atas Penutupan Kemarin dan Mendekati Level Tertinggi Sesi
Level terendah IHSG pada 6.614,71 masih berada di atas penutupan 2 September sebesar 6.595,78. Artinya, sepanjang Sesi I indeks tetap bergerak di atas posisi penutupan sehari sebelumnya.
Setelah sempat melemah dari pembukaan, IHSG kembali naik dan mengakhiri sesi hanya sekitar enam poin di bawah level tertinggi 6.669,82.
Nilai transaksi All Market mencapai sekitar Rp9,96 triliun, dengan volume 23,56 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,45 juta kali.
Secara intraday, IHSG mempertahankan seluruh rentang Sesi I di atas penutupan 2 September dan mengakhiri sesi dekat level tertingginya. Ujian berikutnya adalah apakah posisi tersebut tetap bertahan setelah perdagangan memasuki Sesi II.
Breadth Berbalik Positif, LQ45 dan IDX30 Kini Memimpin
RTI Business mencatat 423 saham menguat, 209 melemah, dan 159 stagnan. Kondisi ini berbalik dari EOD 2 September, ketika 282 saham menguat dan 321 melemah.
Indeks saham likuid juga tidak lagi tertinggal. LQ45 naik 1,35% dan IDX30 menguat 1,28%, keduanya melampaui kenaikan IHSG sebesar 1,03%. Sehari sebelumnya, IDX30 masih turun 0,33% dan LQ45 melemah 0,39%.
Penguatan juga meluas ke 10 dari 11 sektor. Transportation memimpin dengan kenaikan 2,39%, disusul Industrials 2,33%, Energy 1,88%, Property 1,57%, Consumer Non-Cyclicals 1,40%, dan Basic Materials 1,39%.
Technology menjadi satu-satunya sektor yang melemah, turun 1,48%.
Breadth positif, kepemimpinan indeks likuid, dan penguatan hampir seluruh sektor menunjukkan kenaikan pagi ini tidak hanya bergantung pada pergerakan IHSG secara agregat.
Asing Berbalik Net Buy, tetapi Pembelian Bank Besar Belum Merata
Stockbit Sekuritas mencatat foreign buy sekitar Rp2,98 triliun dan foreign sell Rp2,43 triliun di All Market. Selisihnya menghasilkan net foreign buy sekitar Rp554,48 miliar pada Sesi I.
Arah tersebut berbalik dari 2 September, ketika All Market ditutup dengan net foreign sell sekitar Rp326,61 miliar. Karena angka sebelumnya merupakan data EOD sementara angka hari ini baru Sesi I, perbandingan ini digunakan untuk membaca perubahan arah arus dana, bukan perubahan nominal antarperiode.
Top 10 Estimasi Net Foreign Buy
| Saham | Estimasi Net Foreign Buy |
|---|---|
| BMRI | Rp270,59 miliar |
| CPIN | Rp116,33 miliar |
| TPIA | Rp71,03 miliar |
| ADRO | Rp57,73 miliar |
| ERAA | Rp54,00 miliar |
| ASII | Rp53,75 miliar |
| BBNI | Rp44,16 miliar |
| AADI | Rp43,33 miliar |
| PTBA | Rp40,68 miliar |
| PANI | Rp29,92 miliar |
Top 10 Estimasi Net Foreign Sell
| Saham | Estimasi Net Foreign Sell |
|---|---|
| BULL | Rp82,89 miliar |
| BRMS | Rp48,61 miliar |
| BBCA | Rp43,62 miliar |
| KOTA | Rp40,09 miliar |
| BBRI | Rp38,12 miliar |
| EMAS | Rp33,71 miliar |
| MDIA | Rp22,96 miliar |
| ISAT | Rp22,08 miliar |
| CUAN | Rp21,53 miliar |
| PTRO | Rp15,83 miliar |
Angka per saham merupakan estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata Sesi I dan volume bersih asing. Data tersebut digunakan untuk membaca distribusi foreign flow, bukan sebagai angka final resmi per emiten.
Pembelian asing pada bank besar belum merata. BMRI dan BBNI mencatat estimasi net buy, sedangkan BBCA dan BBRI berada di sisi net sell. Secara gabungan empat bank besar masih positif sekitar Rp233,01 miliar, tetapi sebagian besar berasal dari BMRI. Karena itu, All Market yang positif tidak berarti asing membeli seluruh saham besar secara merata.
Breadth dan Indeks Likuid Sudah Pulih, Pasar Reguler Masih Menunggu
Artikel EOD 2 September menetapkan tiga hal yang perlu muncul untuk memperkuat pembacaan pasar berikutnya: breadth kembali positif, IDX30 dan LQ45 berhenti tertinggal, serta foreign flow pasar reguler membaik.
Dua kondisi pertama sudah muncul pada Sesi I. Saham yang naik jauh lebih banyak daripada saham yang turun, sementara LQ45 dan IDX30 kini bergerak lebih kuat daripada IHSG.
Dalam data Midday yang digunakan, foreign flow pasar reguler belum tersedia. Posisi All Market sudah berbalik net buy, tetapi kedua cakupan tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai indikator yang sama.
Sesi II akan menguji apakah breadth tetap positif, LQ45 dan IDX30 mempertahankan kepemimpinan, serta arus asing tetap mendukung penguatan. Jika kondisi tersebut bertahan sampai EOD dan pasar reguler ikut menunjukkan arus asing positif, pembacaan bahwa tekanan 2 September belum berkembang menjadi pelemahan yang lebih luas akan memperoleh dukungan tambahan.
Sebaliknya, penyempitan breadth, tertinggalnya kembali indeks saham likuid, atau perubahan asing menjadi net sell akan melemahkan validasi yang muncul pada perdagangan pagi.
Sumber Data: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.