IHSG Naik 1,82% Sepekan, Net Buy Asing Reguler Sekitar Rp1,61 Triliun, Follow-Through Belum Stabil
IHSG menutup pekan 31 Agustus–4 September 2026 di 6.636,48, naik sekitar 1,82% dari penutupan Jumat sebelumnya di 6.518,12. Berdasarkan penjumlahan angka harian yang dipublikasikan Banyu Capital, investor asing juga mencatat net buy sekitar Rp1,61 triliun di Pasar Reguler sepanjang lima hari perdagangan.
Secara mingguan, harga dan arus asing membaik. Pola hariannya menunjukkan bahwa dukungan tersebut belum bertahan dengan konsisten.
Penguatan paling kuat muncul pada 1 dan 3 September. Pada kedua hari tersebut, kenaikan IHSG berjalan bersama breadth positif, kepemimpinan LQ45 dan IDX30, serta foreign flow yang membaik di Pasar Reguler. Satu hari setelah masing-masing penguatan itu, sebagian besar dukungan internal tersebut hilang.
Fokus mingguan karena itu bukan lagi sekadar besar kenaikan indeks, melainkan daya tahan breadth, kepemimpinan saham likuid, dan foreign flow dari satu sesi ke sesi berikutnya.
Kenaikan Mingguan Terbentuk dari Pola yang Tidak Satu Arah
Perjalanan lima hari menunjukkan perbedaan yang cukup besar antara hasil akhir mingguan dan kualitas perdagangan hariannya.
| Tanggal | IHSG | Breadth | Foreign Flow Pasar Reguler | Pembacaan Utama |
|---|---|---|---|---|
| 31 Agustus | +0,11% | 392 naik / 233 turun | net sell Rp710,56 miliar | Harga pulih, breadth positif, arus asing melemah |
| 1 September | +1,14% | 407 naik / 215 turun | net buy sekitar Rp1,76 triliun | Penguatan luas, saham likuid memimpin |
| 2 September | -0,06% | 282 naik / 321 turun | net sell Rp235,16 miliar | Sebagian dukungan sehari sebelumnya hilang |
| 3 September | +1,09% | 402 naik / 213 turun | net buy Rp1,11 triliun | Breadth dan saham likuid kembali memimpin |
| 4 September | -0,47% | 256 naik / 363 turun | net sell Rp317,01 miliar | Follow-through kembali gagal |
Sumber: IDX, RTI Business, Stockbit Sekuritas, dan Banyu Capital. Angka mingguan foreign flow merupakan penjumlahan angka harian yang sebagian dipublikasikan dalam pembulatan.
Senin, 31 Agustus, memberi awal yang cukup konstruktif dari sisi breadth. IHSG hanya naik 0,11%, tetapi 392 saham menguat dibanding 233 yang melemah. IDX30 dan LQ45 juga berada di zona positif. Titik lemahnya datang dari foreign flow Pasar Reguler yang berakhir net sell Rp710,56 miliar.
Selasa, 1 September, memperbaiki hampir seluruh bagian yang masih lemah. IHSG naik 1,14%, 407 saham menguat, LQ45 dan IDX30 mengungguli IHSG, sementara net buy asing di Pasar Reguler mencapai sekitar Rp1,76 triliun.
Kombinasi itu menjadi salah satu sesi dengan struktur internal terkuat selama pekan tersebut.
Penguatan 1 September Kehilangan Sebagian Dukungan Sehari Kemudian
Perdagangan 2 September memperlihatkan mengapa hasil mingguan perlu dibaca bersama urutan harian.
IHSG hanya turun 0,06% ke 6.595,78 setelah sempat jatuh ke 6.561,00. Dari sisi harga, koreksinya sangat kecil dan indeks mampu memulihkan sekitar 34,77 poin dari titik terendah.
Di bawah pergerakan indeks, breadth berubah negatif. Hanya 282 saham naik berbanding 321 saham turun. IDX30 turun 0,33% dan LQ45 melemah 0,39%, lebih dalam daripada IHSG. Pasar Reguler juga berbalik menjadi net sell Rp235,16 miliar.
Harga indeks hampir tidak berubah, sedangkan tiga unsur yang memperkuat perdagangan sehari sebelumnya tidak seluruhnya bertahan.
Perbaikan selama Sesi II menunjukkan pasar masih mampu menyerap sebagian tekanan. Posisi tersebut lebih tepat dibaca sebagai melemahnya follow-through, belum sebagai perubahan tren yang sudah terkonfirmasi.
Rebound 3 September Lebih Kuat, Jumat Menghapus Tiga Penopangnya
Kamis, 3 September, pasar kembali menunjukkan struktur yang lebih kuat.
IHSG naik 1,09% ke 6.667,89. Sebanyak 402 saham menguat dan 213 melemah. LQ45 naik 1,67% dan IDX30 1,58%, keduanya lebih tinggi daripada IHSG. Investor asing mencatat net buy sekitar Rp1,11 triliun di Pasar Reguler.
Kenaikan tersebut tidak hanya datang dari indeks utama. Sembilan sektor menguat dan breadth tetap positif hingga penutupan.
Jumat menghasilkan pola yang berlawanan. IHSG turun 0,47% ke 6.636,48. Jumlah saham melemah mencapai 363, sementara hanya 256 yang menguat. LQ45 turun 0,78% dan IDX30 melemah 0,83%, lebih dalam daripada IHSG. Delapan dari 11 sektor berakhir negatif.
Foreign flow Pasar Reguler juga berbalik menjadi net sell Rp317,01 miliar. Angka All Market hanya menunjukkan net sell sekitar Rp29,80 miliar karena transaksi Tunai dan Negosiasi memberi net buy sekitar Rp287,20 miliar. Untuk membaca tekanan pada perdagangan reguler, angka Pasar Reguler lebih relevan.
Perubahan 3 ke 4 September menjadi bagian terpenting dari pekan ini. Tiga unsur yang sehari sebelumnya bergerak searah dengan kenaikan indeks, yaitu breadth, kepemimpinan saham likuid, dan foreign flow Pasar Reguler, berbalik pada hari berikutnya.
Net Buy Mingguan Positif Tidak Berarti Asing Membeli Setiap Hari
Jika angka harian Pasar Reguler dijumlahkan, foreign flow selama 31 Agustus–4 September masih menghasilkan net buy sekitar Rp1,61 triliun.
Angka agregat tersebut terutama dibentuk oleh dua hari pembelian besar. Sekitar Rp1,76 triliun masuk pada 1 September dan Rp1,11 triliun pada 3 September. Tiga hari lainnya justru berakhir dengan net sell di Pasar Reguler.
Dua sesi beli besar cukup untuk membuat agregat mingguan positif, meski tiga dari lima hari tetap mencatat net sell di Pasar Reguler.
Pola serupa terlihat pada breadth. Pasar mencatat partisipasi positif kuat pada 1 dan 3 September, lalu berubah negatif pada 2 dan 4 September. Kenaikan mingguan dengan demikian berjalan bersama perubahan partisipasi yang cukup besar dari satu sesi ke sesi berikutnya.
Karena itu, kenaikan 1,82% menjelaskan arah harga selama sepekan, bukan konsistensi partisipasi yang menopangnya.
Pelemahan Jumat Tidak Diikuti Memburuknya Semua Indikator Risiko
Rupiah memberi batas pada pembacaan koreksi Jumat.
JISDOR menguat dari Rp17.689 per dolar AS pada 3 September menjadi Rp17.636 pada 4 September. Pelemahan saham pada Jumat tidak berlangsung bersama pelemahan rupiah.
Perbedaan tersebut menunjukkan tekanan akhir pekan lebih jelas terlihat pada struktur perdagangan saham daripada pada seluruh indikator risiko domestik secara bersamaan.
Rupiah dan saham dapat memiliki pendorong yang berbeda. Dengan bukti lintas aset yang belum searah, koreksi Jumat belum cukup untuk disebut risk-off domestik yang sudah meluas.
Senin Memberi Petunjuk Apakah Tekanan Jumat Berlanjut
Perdagangan 7 September dimulai dengan satu konflik yang masih terbuka. IHSG menutup pekan sekitar 1,82% lebih tinggi dan foreign flow Pasar Reguler secara agregat masih positif, sementara sesi terakhir berakhir dengan breadth negatif, saham likuid tertinggal, dan net sell asing di Pasar Reguler.
BEI tetap beroperasi normal pada 7 September, sedangkan pasar saham Amerika Serikat tutup untuk Labor Day. Kondisi ini membuat arus asing Senin tetap relevan, tetapi daya informasinya sebagai sinyal arus global perlu dibaca lebih hati-hati daripada pada hari perdagangan normal di AS.
Tiga kondisi menjadi referensi untuk membaca arah berikutnya.
Pertama, breadth perlu kembali positif. Kenaikan jumlah saham yang menguat dan bertambahnya sektor positif akan menunjukkan tekanan Jumat tidak berkembang lebih luas.
Kedua, LQ45 dan IDX30 perlu berhenti tertinggal. Jika keduanya kembali memimpin atau setidaknya bergerak sejalan dengan IHSG, struktur pasar akan lebih konsisten dengan pulihnya partisipasi saham likuid.
Ketiga, foreign flow Pasar Reguler tetap perlu diperhatikan dengan konteks libur AS. Net buy akan mengurangi arti pembalikan arus pada Jumat. Sebaliknya, net sell yang berlanjut bersama breadth negatif akan menunjukkan tekanan bertahan lebih lama, meski satu sesi ketika pasar AS libur bukan dasar tunggal untuk menilai perubahan arus global.
Area 6.667,89, penutupan 3 September, menjadi referensi terdekat di sisi atas. Kemampuan IHSG merebut area tersebut bersama perbaikan breadth dan foreign flow akan memperkuat struktur pasar. Di sisi bawah, low 4 September di 6.633,92 menjadi titik awal untuk melihat apakah tekanan Jumat berlanjut.
Selama area 6.667,89 belum direbut kembali bersama breadth yang membaik dan arus asing Reguler yang kembali positif, kenaikan mingguan lebih tepat dibaca sebagai pemulihan harga dengan follow-through yang belum mapan.
Sumber Data: BEI, RTI Business, Stockbit Sekuritas. Bank Indonesia. CNBC Indonesia, Nasdaq Trader, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.