Banyu Capital

IHSG Naik 1,69% dan Tutup di Level Tertinggi, 474 Saham Menguat dan Asing Net Buy Rp725 Miliar

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

Rebound IHSG semakin kuat hingga penutupan. Indeks berakhir tepat di level tertinggi harian, 10 dari 11 sektor naik, dan asing mencatat net buy Rp725,21 miliar. Struktur pasar juga lebih baik dibanding sesi pertama, meski konsentrasi kontributor dan aktivitas perdagangan yang masih di bawah rata-rata YTD membuat keberlanjutannya perlu dibuktikan.

Pada sesi pertama 12 Agustus, IHSG sudah naik 1,00% ke 6.330,358. Sebanyak 449 saham menguat dan asing berbalik mencatat net buy, tetapi LQ45 dan IDX30 masih tertinggal.

Sesi kedua memperkuat pembacaan tersebut. IHSG menutup perdagangan di 6.373,849, naik 105,969 poin atau 1,69%. Dari posisi Midday, indeks bertambah sekitar 43,491 poin. Partisipasi pasar tetap luas, saham likuid mengurangi ketertinggalan, dan arus asing bertahan positif sampai akhir perdagangan.

Dashboard EOD IHSG 12 Agustus 2026, IHSG naik 1,69 persen, 474 saham menguat dan asing net buy Rp725,21 miliar
IHSG ditutup di 6.373,849 atau naik 1,69% pada 12 Agustus 2026. Partisipasi pasar meluas dengan 474 saham menguat dan 10 dari 11 sektor naik, tetapi sekitar 67,8% kenaikan poin IHSG masih berasal dari 10 kontributor terbesar. Sumber: Bursa Efek Indonesia, Stockbit Sekuritas, Bank Indonesia, dan CNBC Indonesia.

Penutupan di Titik Tertinggi Memperkuat Rebound Sesi II

IHSG bergerak dari level terendah 6.272,303 hingga berakhir di 6.373,849, sama dengan level tertinggi hari itu. Tekanan jual menjelang akhir perdagangan tidak cukup untuk menghapus penguatan yang terbentuk sepanjang sesi.

Nilai transaksi saham mencapai Rp17,358 triliun dengan volume 32,680 miliar saham dan frekuensi sekitar 2,068 juta kali.

Sesi kedua karena itu bukan sekadar mempertahankan rebound pagi. Momentum justru bertambah sampai penutupan, sementara struktur internal pasar bergerak ke arah yang sama.

Breadth Tetap Luas, LQ45 dan IDX30 Mengurangi Ketertinggalan

Sebanyak 206 saham naik lebih dari 2% dan 268 saham naik hingga 2%. Totalnya, 474 saham menguat berbanding 185 saham melemah, sedangkan 304 saham stagnan.

Penguatan juga menyebar ke hampir seluruh sektor. Infrastruktur memimpin dengan kenaikan 4,74%, diikuti Energi 3,35%, Bahan Baku 2,34%, dan Teknologi 2,21%. Transportasi & Logistik menjadi satu-satunya sektor yang melemah, turun 0,16%.

Indeks saham likuid ikut membaik. LQ45 naik 1,29% dan IDX30 0,84%. IDX80 menguat 1,62%, sementara IDX SMC Composite dan IDX SMC Liquid masing-masing naik 1,42% dan 1,49%.

Perubahan tersebut cukup berarti dibanding Midday, ketika LQ45 baru naik 0,46% dan IDX30 hanya 0,14%. Keduanya masih tertinggal dari IHSG +1,69%, tetapi kesenjangannya mengecil pada akhir perdagangan.

Dengan 474 saham menguat, 10 sektor positif, serta indeks likuid yang mulai mengejar, partisipasi pasar tidak lagi menjadi kelemahan utama rebound.

Asing Memperbesar Net Buy, tetapi Arus Dana Tetap Selektif

Data BEI menunjukkan investor asing mencatat net buy Rp725,21 miliar pada 12 Agustus.

Data Stockbit Sekuritas menunjukkan pembelian asing sekitar Rp5,35 triliun dan penjualan sekitar Rp4,63 triliun. Saldo net foreign buy All Market mencapai sekitar Rp725,40 miliar, terdiri dari sekitar Rp482,79 miliar di pasar reguler dan Rp242,60 miliar di pasar tunai dan negosiasi.

Pada Midday, saldo net foreign buy masih sekitar Rp326,91 miliar. Dengan basis Stockbit yang sama, saldo tersebut bertambah sekitar Rp398,49 miliar hingga penutupan.

Top 10 Net Foreign Buy

Saham Net Foreign Buy
PTRO Rp174,87 miliar
BREN Rp138,46 miliar
CUAN Rp135,32 miliar
BRPT Rp129,26 miliar
BBCA Rp82,81 miliar
BRMS Rp74,09 miliar
BBRI Rp55,35 miliar
TPIA Rp41,22 miliar
ENRG Rp34,46 miliar
DEWA Rp32,57 miliar

Top 10 Net Foreign Sell

Saham Net Foreign Sell
BMRI Rp245,71 miliar
TLKM Rp98,39 miliar
MEDC Rp30,96 miliar
UNTR Rp27,94 miliar
MDKA Rp25,39 miliar
ANTM Rp24,88 miliar
KOTA Rp20,26 miliar
PGAS Rp19,44 miliar
KLBF Rp19,32 miliar
AADI Rp17,38 miliar

Pembelian asing cukup besar terlihat pada PTRO, BREN, CUAN, dan BRPT. BBCA dan BBRI juga berada di sisi pembelian bersih. Sebaliknya, BMRI mencatat net sell sekitar Rp245,71 miliar dan TLKM Rp98,39 miliar.

Arus asing membaik secara agregat, tetapi belum merata di antara saham berkapitalisasi besar.

Konteks periode yang lebih panjang juga masih membatasi pembacaan. Posisi asing YTD tetap menunjukkan net sell sekitar Rp70,43 triliun. Net buy pada 12 Agustus memperbaiki kondisi jangka pendek, tetapi belum mengubah arah arus asing sepanjang tahun.

Breadth Luas, tetapi Sekitar 68% Kenaikan IHSG Datang dari 10 Saham

Partisipasi pasar yang luas tidak berarti kenaikan poin IHSG tersebar sama rata.

BREN menjadi penopang terbesar dengan kontribusi sekitar 17,02 poin, diikuti DCII 10,88 poin, BRPT 7,54 poin, dan CUAN 7,20 poin. Empat saham tersebut menyumbang sekitar 42,64 poin atau 40,2% dari kenaikan IHSG.

Sepuluh kontributor terbesar secara keseluruhan menyumbang sekitar 71,87 poin dari total kenaikan 105,969 poin.

71,87 ÷ 105,969 = sekitar 67,8%.

Sekitar dua pertiga kenaikan poin IHSG dengan demikian berasal dari sepuluh saham terbesar.

Tekanan dari saham pemberat jauh lebih kecil. TLKM menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi sekitar -1,84 poin, diikuti MPRO -1,69 poin, MORA -1,38 poin, UNTR -0,96 poin, dan GGRM -0,80 poin.

Pasar menguat secara luas, tetapi distribusi poin indeks masih bertumpu pada sejumlah saham besar. Sebanyak 474 saham dan 10 sektor menunjukkan luasnya partisipasi, sementara komposisi kontributor menunjukkan konsentrasi kenaikan IHSG.

Kekuatan harga juga belum sepenuhnya diikuti aktivitas transaksi dan rupiah.

Nilai transaksi saham Rp17,358 triliun masih sekitar 21,6% di bawah rata-rata harian YTD Rp22,139 triliun. Volume sekitar 17,1% di bawah rata-rata YTD dan frekuensi sekitar 17,9% lebih rendah.

JISDOR berada di Rp17.876 per dolar AS, dibanding Rp17.824 sehari sebelumnya, sehingga rupiah melemah sekitar 0,29%. Yield SUN 10 tahun berada di sekitar 7,226% pada snapshot yang tersedia.

Dukungan paling jelas pada 12 Agustus dengan demikian datang dari harga saham, breadth, dan foreign flow harian. Aktivitas perdagangan dan rupiah belum memberi penguatan yang sama.

13 Agustus Akan Menguji Apakah Rebound Bisa Bertahan

Bukti berikutnya perlu datang dari keberlanjutan tiga indikator utama: foreign flow, breadth, serta LQ45 dan IDX30.

Jika arus asing tetap positif, saham naik tetap mendominasi, dan indeks likuid tidak kembali tertinggal tajam, rebound mendapat konfirmasi lanjutan. Sebaliknya, kombinasi net sell asing, memburuknya breadth, dan pelemahan saham likuid akan mengurangi kekuatan pembacaan 12 Agustus.

Area sekitar 6.330 menjadi referensi awal untuk melihat apakah tambahan momentum sesi kedua dapat dipertahankan. Risiko rebound meningkat jika IHSG kembali mendekati 6.272,303 sampai 6.267,880 bersamaan dengan memburuknya arus asing dan partisipasi pasar.

Fokus 13 Agustus karena itu bukan sekadar arah IHSG. Yang perlu dibuktikan adalah apakah kualitas internal pasar dapat bertahan setelah rebound satu hari.

Sumber: IDX, Stockbit Sekuritas, RTI Business, Bank Indonesia, CNBC Indonesia, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes