IHSG Naik 1,81% ke 6.521,75 dengan 553 Saham dan 11 Sektor Menguat, Asing Masih Net Sell Rp262 Miliar
Pemulihan yang masih membutuhkan konfirmasi pada Midday mendapat dukungan lebih kuat pada Sesi II. IHSG ditutup di level tertinggi harian, breadth melebar, serta IDX30 dan LQ45 mengejar, sementara foreign flow tetap negatif tetapi tidak memburuk secara material.
IHSG menutup perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026, di 6.521,750, naik 116,065 poin atau 1,81%. Penutupan tepat di level tertinggi harian membuat kondisi EOD jauh lebih kuat dibanding Midday, ketika indeks masih berada di 6.450,276 dan beberapa indikator internal pasar belum sepenuhnya mengikuti pemulihan.
Konfirmasi terkuat datang dari partisipasi pasar. Jumlah saham menguat bertambah menjadi 553, seluruh 11 sektor berakhir positif, dan IDX30 serta LQ45 mengejar ketertinggalannya pada Sesi II.
Foreign flow belum memberikan konfirmasi serupa. Asing masih mencatat net sell Rp262,11 miliar secara All Market. Namun, posisi tersebut hampir sama dengan net sell Rp264,31 miliar pada Midday. Kenaikan indeks pada Sesi II dengan demikian tidak disertai tambahan tekanan jual bersih asing yang material.
Penutupan di Level Tertinggi Menguatkan Pemulihan Sesi II
IHSG sempat turun hingga 6.376,654 pada awal perdagangan sebelum berbalik naik. Dari titik terendah hingga penutupan, indeks pulih sekitar 145 poin atau 2,28%.
Momentum bertambah kuat pada Sesi II. Dari posisi Midday 6.450,276, IHSG naik sekitar 71,5 poin hingga penutupan dan melewati area 6.474 sampai 6.500 yang sebelumnya perlu dilewati untuk memperkuat rebound.
Nilai transaksi seluruh pasar mencapai sekitar Rp13,70 triliun.
Penutupan di level tertinggi tidak menjamin penguatan berlanjut pada perdagangan berikutnya. Namun, pergerakan intraday menunjukkan tekanan pada awal sesi dapat diserap hingga indeks berakhir pada titik terkuat hari itu.
Breadth Melebar dan Saham Besar Mulai Mengejar
Partisipasi pasar justru semakin kuat menjelang penutupan. RTI Business mencatat 553 saham menguat, 96 melemah, dan 138 tidak berubah. Jumlah saham naik sekitar 5,8 kali jumlah saham turun, dibanding sekitar 3,2 kali pada Midday.
Seluruh 11 sektor juga ditutup positif. Industrials memimpin dengan kenaikan 3,95%, diikuti Consumer Cyclicals 3,79%, Healthcare 3,76%, dan Energy 3,20%. Finance menjadi sektor dengan kenaikan paling terbatas, sebesar 0,79%.
Perubahan penting lain datang dari saham berkapitalisasi besar. IDX30 menguat 1,19% dan LQ45 naik 1,35%, jauh lebih baik dibanding Midday ketika keduanya masing-masing hanya naik 0,17% dan 0,29%.
Saham berkapitalisasi kecil-menengah tetap memimpin. IDX SMC Composite naik 2,40% dan IDX SMC Liquid 2,31%, lebih tinggi daripada IHSG maupun indeks saham besar.
Sesi II dengan demikian memperluas penguatan ke saham besar tanpa menghilangkan kepemimpinan small-mid caps. IDX30 dan LQ45 sudah mengejar, tetapi belum mengambil alih kepemimpinan pasar.
Kontributor IHSG juga tidak terkonsentrasi pada satu saham. SRAJ menyumbang sekitar 8,62 poin, BRMS 6,70 poin, DSSA 6,00 poin, dan BRPT 5,22 poin. BBCA dan BMRI ikut memberikan sekitar 4,41 dan 4,08 poin.
Sepuluh kontributor terbesar secara keseluruhan menyumbang sekitar 51 poin, atau sekitar 44% dari total kenaikan IHSG. Lebih dari separuh kenaikan indeks berasal dari saham di luar sepuluh kontributor tersebut, konsisten dengan breadth yang lebar.
Foreign Flow Belum Berbalik, tetapi Tekanan Tidak Bertambah
Investor asing masih mencatat net sell Rp262,11 miliar secara All Market pada akhir perdagangan.
Posisi tersebut hampir sama dengan net sell Rp264,31 miliar pada Midday. Pada basis All Market yang sama, net sell kumulatif hanya berkurang sekitar Rp2,20 miliar antara dua snapshot tersebut. Kenaikan tambahan pada Sesi II karena itu tidak diikuti peningkatan tekanan jual bersih asing.
Di Regular Market, asing mencatat net sell sekitar Rp113,45 miliar, sedangkan transaksi Tunai dan Negosiasi membukukan net sell sekitar Rp148,66 miliar.
Pada level saham, daftar Stockbit menunjukkan BBRI mencatat net foreign sell sekitar Rp274,41 miliar, diikuti TLKM Rp87,36 miliar dan BBNI Rp71,29 miliar. Sebaliknya, net foreign buy terbesar terlihat pada BUMI sekitar Rp70,26 miliar, BRMS Rp45,11 miliar, TPIA Rp41,70 miliar, dan INET Rp39,67 miliar.
Arus asing belum mendukung kenaikan pasar secara agregat. Tekanan juga tidak bertambah secara material ketika IHSG memperpanjang penguatan pada Sesi II. Kondisi ini membuat foreign flow tetap menjadi indikator yang perlu diuji kembali pada perdagangan berikutnya.
Top 10 Net Foreign Buy
| No. | Saham | Net Foreign Buy |
|---|---|---|
| 1 | BUMI | Rp70,26 miliar |
| 2 | BRMS | Rp45,11 miliar |
| 3 | TPIA | Rp41,70 miliar |
| 4 | INET | Rp39,67 miliar |
| 5 | BMRI | Rp35,42 miliar |
| 6 | BIPI | Rp33,87 miliar |
| 7 | DSSA | Rp31,01 miliar |
| 8 | TINS | Rp30,98 miliar |
| 9 | TAPG | Rp22,12 miliar |
| 10 | DMAS | Rp20,58 miliar |
Top 10 Net Foreign Sell
| No. | Saham | Net Foreign Sell |
|---|---|---|
| 1 | BBRI | Rp274,41 miliar |
| 2 | TLKM | Rp87,36 miliar |
| 3 | BBNI | Rp71,29 miliar |
| 4 | ISAT | Rp38,82 miliar |
| 5 | ASII | Rp35,86 miliar |
| 6 | BBCA | Rp34,11 miliar |
| 7 | EMAS | Rp33,64 miliar |
| 8 | MDKA | Rp27,44 miliar |
| 9 | AMMN | Rp23,36 miliar |
| 10 | ITMG | Rp18,91 miliar |
Rupiah Belum Mengikuti, sementara Yield SUN Turun
Konfirmasi lintas aset masih campuran.
JISDOR Bank Indonesia berada di Rp17.762 per dolar AS, dibanding Rp17.717 sehari sebelumnya. Rupiah melemah Rp45 atau sekitar 0,25%.
Di pasar obligasi, yield SUN 10 tahun berada sekitar 7,005% pada snapshot sore CNBC Indonesia, turun sekitar 7,4 basis poin.
Penguatan ekuitas dengan rupiah yang melemah menunjukkan belum semua indikator domestik bergerak searah. Penurunan yield SUN di sisi lain menunjukkan tekanan di pasar obligasi tidak ikut meningkat.
Kondisi lintas aset karena itu belum mendukung pembacaan risk-on yang seragam.
Area 6.500 Menjadi Ujian Awal H+1
Penutupan 27 Agustus memenuhi sebagian besar bukti internal yang masih ditunggu pada Midday. IHSG menembus area 6.500, breadth semakin lebar, seluruh sektor tetap positif, dan IDX30 serta LQ45 mengejar.
Ujian berikutnya bukan lagi kemampuan indeks pulih dalam satu sesi, tetapi keberlanjutan struktur tersebut.
Area sekitar 6.500 menjadi referensi awal. Pemulihan akan mendapat konfirmasi lanjutan jika IHSG mampu bertahan di wilayah tersebut dengan breadth yang tetap sehat, IDX30 dan LQ45 tidak kembali tertinggal tajam, serta foreign flow tidak memburuk.
Pembacaan mulai melemah jika IHSG kembali kehilangan 6.474 bersamaan dengan menyempitnya partisipasi pasar. Kehilangan area 6.422 akan menjadi sinyal yang lebih material bila disertai bertambahnya saham dan sektor yang melemah serta tekanan asing yang kembali membesar.
Perdagangan H+1 akan menguji empat hal utama: kemampuan IHSG mempertahankan area 6.500, ketahanan breadth, keberlanjutan catch-up IDX30 dan LQ45, serta arah foreign flow.
Sumber: IDX, Stockbit Sekuritas, RTI Business, Bank Indonesia, CNBC Indonesia, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.