Banyu Capital

IHSG Turun 0,06% dengan 328 Saham dan 8 Sektor Melemah, Asing Net Sell Rp482 Miliar

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

Kenaikan pada Sesi I menghilang menjelang penutupan. Breadth berbalik negatif dan hanya tiga sektor menguat, tetapi IDX30, LQ45, serta bank besar tetap menjadi bantalan ketika asing mencatat net sell Rp482,24 miliar.

IHSG kehilangan kenaikan 0,42% yang masih terlihat pada Sesi I dan menutup perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, di 6.518,12 atau turun 0,06%. Perubahan yang lebih besar terjadi di bawah permukaan indeks. Jumlah saham naik berkurang dari 330 menjadi 276, saham turun bertambah menjadi 328, dan sektor positif menyusut dari lima menjadi tiga.

Kekuatan pasar pada penutupan terutama tersisa pada sebagian saham besar, sementara partisipasi saham dan sektor sudah lebih sempit dibanding sehari sebelumnya. IDX30 masih naik 0,20%, LQ45 0,12%, dan Financials 0,67%. Empat bank besar juga tetap menjadi tujuan pembelian asing. Tekanan pada penutupan lebih luas di tingkat saham dan sektor daripada yang terlihat dari pergerakan IHSG, tetapi belum merata ke saham likuid berkapitalisasi besar.

Dashboard Market Notes EOD BEI 28 Agustus 2026 yang merangkum IHSG, breadth, sektor, foreign flow, dan kontribusi bank besar
IHSG ditutup turun tipis 0,06% pada 28 Agustus 2026, tetapi 328 saham dan delapan sektor melemah. IDX30, LQ45, dan bank besar tetap menjadi bantalan ketika asing mencatat net sell Rp482,24 miliar. Sumber: BEI, RTI Business, Stockbit Sekuritas, Bank Indonesia, dan CNBC Indonesia.

IHSG Sempat Jatuh di Bawah 6.500 sebelum Memangkas Pelemahan

IHSG membuka perdagangan di 6.535,72 dan sempat mencapai 6.566,91. Penguatan itu tidak bertahan pada Sesi II. Indeks turun hingga 6.495,74 sebelum kembali ke 6.518,12 pada penutupan.

IHSG dengan demikian memulihkan sekitar 22 poin dari titik terendah, tetapi tetap berakhir di bawah penutupan sebelumnya di 6.521,75.

RTI Business mencatat nilai transaksi sekitar Rp15,15 triliun, dengan 35,31 miliar saham berpindah tangan dalam sekitar 2,01 juta transaksi.

Breadth Berbalik Negatif dan Hanya Tiga Sektor Bertahan

Penyempitan partisipasi lebih jelas terlihat pada breadth. Pada Sesi I, 330 saham masih menguat dan 277 melemah. Pada penutupan, jumlah saham naik berkurang menjadi 276, sementara saham turun bertambah menjadi 328. Sebanyak 188 saham tidak berubah.

Sektor bergerak ke arah yang sama. Financials naik 0,67%, Consumer Cyclicals 0,52%, dan Transportation & Logistics 0,44%. Delapan sektor lainnya berakhir negatif.

Industrials menjadi sektor terlemah dengan penurunan 1,41%, diikuti Healthcare 0,71%, Energy 0,65%, Infrastructure 0,64%, dan Technology 0,58%.

Breadth negatif dan delapan sektor melemah menunjukkan bahwa penurunan IHSG sebesar 0,06% terlihat lebih ringan dibanding tekanan yang terjadi di sebagian besar pasar.

Bank Besar Menahan Indeks ketika Foreign Flow Pasar Tetap Negatif

Saham likuid bergerak lebih kuat daripada pasar secara keseluruhan. IDX30 naik 0,20% dan LQ45 bertambah 0,12%, meskipun IHSG ditutup negatif.

BBCA memberi kontribusi sekitar 6,62 poin terhadap IHSG, BBRI 5,84 poin, BMRI 3,27 poin, dan BBNI 2,31 poin. Empat bank tersebut secara gabungan menyumbang sekitar 18,04 poin kepada indeks.

Pola yang sama terlihat pada aliran dana asing. Secara agregat, investor asing mencatat net sell Rp482,24 miliar di All Market dan Rp442,38 miliar di pasar reguler. Penjualan tersebut tidak tersebar merata pada seluruh large caps.

Berdasarkan estimasi Stockbit, BBCA mencatat net foreign buy Rp322,56 miliar, BMRI Rp267,51 miliar, BBNI Rp33,80 miliar, dan BBRI Rp10,14 miliar. Total estimasi net buy pada empat bank tersebut mencapai sekitar Rp634,01 miliar.

Pola ini menunjukkan bahwa aliran dana asing sangat terpilah. Asing masih mencatat net sell secara agregat, sementara pembelian tetap terkonsentrasi pada beberapa bank besar.

Estimasi Top 10 Net Foreign Buy

Saham Estimasi
BBCA Rp322,56 miliar
BMRI Rp267,51 miliar
TPIA Rp109,57 miliar
BRPT Rp43,76 miliar
DMAS Rp34,69 miliar
BBNI Rp33,80 miliar
VKTR Rp23,27 miliar
CUAN Rp13,84 miliar
CMRY Rp12,51 miliar
ICBP Rp12,00 miliar

Estimasi Top 10 Net Foreign Sell

Saham Estimasi
DSSA Rp208,91 miliar
BUMI Rp81,53 miliar
EMAS Rp76,99 miliar
ISAT Rp66,67 miliar
INET Rp65,85 miliar
AMMN Rp61,88 miliar
BRMS Rp54,20 miliar
ASII Rp51,37 miliar
ARCI Rp40,58 miliar
DEWA Rp31,39 miliar

Rupiah Menguat, tetapi Bukti Berikutnya Tetap Ada di Pasar Saham

JISDOR Bank Indonesia berada di Rp17.703 per dolar AS pada 28 Agustus, menguat 59 poin dari Rp17.762 sehari sebelumnya. Yield SUN 10 tahun berada di sekitar 6,96%.

Pergerakan tersebut menjadi konteks tambahan, tetapi tidak mengubah konflik utama pada penutupan BEI. Validasi rebound berikutnya tetap bergantung pada apakah breadth, jumlah sektor positif, dan penyebaran pembelian asing ikut membaik.

Yang Perlu Dibuktikan pada Perdagangan Berikutnya

Perdagangan berikutnya perlu menunjukkan apakah ketahanan bank besar dapat diikuti oleh perbaikan partisipasi pasar. Jumlah saham naik perlu kembali melampaui saham turun, lebih banyak sektor perlu menguat, dan pembelian asing perlu menyebar di luar beberapa large caps.

Sebaliknya, tekanan akan lebih berarti jika breadth tetap negatif bersamaan dengan melemahnya bank besar dan IDX30 atau LQ45 kehilangan ketahanannya.

Area sekitar 6.500 tetap layak dipantau sebagai referensi jangka sangat pendek karena IHSG sempat turun ke 6.495,74 sebelum kembali ditutup di atas level tersebut.

Sumber: IDX, Stockbit Sekuritas, RTI Business, Bank Indonesia, CNBC Indonesia, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes