IHSG Naik 0,42% dengan 330 Saham Menguat, Asing Net Sell Rp125 Miliar tetapi Net Buy di Empat Bank Besar
IHSG mempertahankan area 6.500 pada Sesi I, tetapi konfirmasi H+1 tidak lagi selebar penutupan sehari sebelumnya. Hanya lima sektor menguat dan IDX30 serta LQ45 kembali tertinggal, sementara arus asing bergeser ke empat bank besar meski All Market masih mencatat net sell Rp125,08 miliar.
Pemulihan kuat pada 27 Agustus berlanjut secara harga pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. IHSG tetap berada di atas 6.500 sepanjang Sesi I, tetapi dukungan di bawah indeks tidak lagi seluas sehari sebelumnya.
IHSG berada di 6.548,86, naik 27,11 poin atau 0,42%. Indeks sempat mencapai 6.566,90 dan menyentuh posisi terendah 6.518,45.
Di bawah kenaikan tersebut, RTI Business mencatat 330 saham menguat dan 277 melemah. Lima dari 11 sektor berada di zona positif, sedangkan IDX30 dan LQ45 masing-masing hanya naik 0,27% dan 0,22%.
Perubahan lain terlihat pada arus asing. Investor asing masih mencatat net sell Rp125,08 miliar secara All Market, tetapi BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI berada di sisi beli bersih.
IHSG Menjaga 6.500, tetapi Partisipasi Tidak Lagi Selebar Kemarin
IHSG dibuka di 6.535,72, naik hingga 6.566,90 dan sempat turun ke 6.518,45 sebelum mengakhiri Sesi I di 6.548,86.
Nilai transaksi seluruh pasar mencapai sekitar Rp7,79 triliun dengan volume 21,62 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,14 juta transaksi.
Posisi tersebut memperpanjang kenaikan setelah IHSG ditutup di 6.521,75 pada 27 Agustus. Perbedaannya terletak pada tingkat partisipasi.
Pada penutupan sehari sebelumnya, 553 saham menguat, 96 melemah, dan seluruh 11 sektor berada di zona positif. Sesi I hari ini mencatat 330 saham naik dan 277 turun.
Jumlah saham naik masih melebihi saham turun. Artinya, partisipasi pasar tetap positif, hanya saja jaraknya jauh lebih tipis dibanding penutupan sehari sebelumnya.
Rotasi sektor menunjukkan pola yang sama. Energy memimpin kenaikan 1,00%, diikuti Consumer Cyclicals 0,73% dan Finance 0,66%. Transportation naik 0,42% dan Property 0,10%.
Enam sektor lainnya melemah, dengan Healthcare turun 0,80%, Industrials 0,50%, dan Basic Materials 0,41% menjadi tiga tekanan terbesar.
Penyempitan tersebut belum berarti pemulihan kehilangan arah. Setelah seluruh sektor menguat sehari sebelumnya, rotasi dan konsolidasi tetap menjadi pembacaan yang masuk akal. Yang berubah adalah luas dukungan terhadap kenaikan indeks.
IDX30 dan LQ45 Belum Melanjutkan Catch-Up
IDX30 naik 0,27% dan LQ45 menguat 0,22%, keduanya lebih rendah daripada kenaikan IHSG sebesar 0,42%.
Kondisi itu berbeda dari penutupan 27 Agustus, ketika IDX30 dan LQ45 mengejar pemulihan pasar dan masing-masing naik 1,19% serta 1,35%.
Finance menjadi salah satu sektor penguat dengan kenaikan 0,66%. Pergerakan ini sejalan dengan pembelian asing pada sejumlah bank besar, tetapi IDX30 dan LQ45 tetap tertinggal dari IHSG.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa kelanjutan pemulihan masih lebih selektif dibanding penutupan sehari sebelumnya.
Asing Masih Net Sell, tetapi Komposisinya Bergeser ke Bank Besar
Stockbit Sekuritas mencatat pembelian asing sekitar Rp2,08 triliun dan penjualan sekitar Rp2,21 triliun. Secara All Market, investor asing masih membukukan net sell Rp125,08 miliar.
Angka agregat tersebut menutupi perubahan penting pada komposisi aliran dana.
BBCA mencatat estimasi net foreign buy terbesar sekitar Rp358,24 miliar. BMRI menyusul sekitar Rp80,86 miliar, BBRI Rp28,23 miliar, dan BBNI Rp25,34 miliar.
Jika dijumlahkan, empat bank besar tersebut menerima estimasi net buy sekitar Rp492,67 miliar pada Sesi I.
Perubahannya cukup tajam dibanding penutupan sehari sebelumnya. Pada EOD 27 Agustus, BBCA, BBRI, dan BBNI masih berada di sisi net foreign sell, sementara BMRI sudah berada pada sisi beli bersih.
Rotasi tersebut belum berarti investor asing sudah kembali membeli pasar secara luas. All Market tetap negatif karena penjualan besar berlangsung pada saham lain.
GOTO menjadi net foreign sell terbesar sekitar Rp134,90 miliar, disusul BUMI Rp87,85 miliar, INET Rp62,62 miliar, dan AMMN Rp44,86 miliar.
Top 10 Net Foreign Buy
| No. | Saham | Estimasi Net Foreign Buy |
|---|---|---|
| 1 | BBCA | Rp358,24 miliar |
| 2 | TPIA | Rp89,86 miliar |
| 3 | BMRI | Rp80,86 miliar |
| 4 | BBRI | Rp28,23 miliar |
| 5 | DSSA | Rp25,61 miliar |
| 6 | BBNI | Rp25,34 miliar |
| 7 | CUAN | Rp17,77 miliar |
| 8 | VKTR | Rp10,86 miliar |
| 9 | DMAS | Rp9,32 miliar |
| 10 | CMRY | Rp8,77 miliar |
Top 10 Net Foreign Sell
| No. | Saham | Estimasi Net Foreign Sell |
|---|---|---|
| 1 | GOTO | Rp134,90 miliar |
| 2 | BUMI | Rp87,85 miliar |
| 3 | INET | Rp62,62 miliar |
| 4 | AMMN | Rp44,86 miliar |
| 5 | ISAT | Rp33,93 miliar |
| 6 | BRMS | Rp33,60 miliar |
| 7 | ASII | Rp24,73 miliar |
| 8 | ARCI | Rp24,63 miliar |
| 9 | DEWA | Rp21,61 miliar |
| 10 | EMAS | Rp20,17 miliar |
Nilai transaksi asing per saham merupakan estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata Sesi I dan volume bersih transaksi asing.
Bukti Berikutnya Ada pada Breadth, Saham Likuid, dan Foreign Flow
Sesi I mempertahankan bukti harga yang paling penting dari pemulihan sehari sebelumnya: IHSG tetap berada di atas 6.500.
Validasi berikutnya perlu datang dari bagian pasar yang lebih luas.
Breadth perlu bertahan positif atau kembali melebar dari posisi 330 saham naik dan 277 turun. IDX30 dan LQ45 perlu memperkecil ketertinggalan terhadap IHSG. Pembelian asing pada bank besar juga perlu bertahan tanpa diikuti pembesaran net sell All Market.
Jika kondisi tersebut muncul pada Sesi II, penyempitan pagi hari lebih konsisten dengan konsolidasi setelah kenaikan luas sehari sebelumnya.
Sebaliknya, risiko meningkat jika IHSG kehilangan 6.500 bersamaan dengan breadth yang berubah negatif, jumlah sektor melemah bertambah, dan tekanan asing kembali meluas ke saham-saham likuid. Area sekitar 6.474 menjadi referensi berikutnya jika tekanan berkembang lebih jauh.
Dengan demikian, warna hijau IHSG bukan satu-satunya bukti yang perlu diperhatikan pada Sesi II. Yang lebih penting adalah apakah partisipasi pasar dan aliran dana mulai mengejar kekuatan indeks.
Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.