Banyu Capital

IHSG Naik 1,01% dengan 363 Saham Menguat, Asing Net Buy Rp379 Miliar di Pasar Reguler

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

Rebound bertahan hingga penutupan dan saham likuid memimpin. Namun, jumlah saham dan sektor yang menguat menyempit dibanding Sesi I, sementara pembelian asing masih terkonsentrasi pada beberapa saham besar.

IHSG mempertahankan rebound hingga penutupan Selasa, 8 September 2026. LQ45 dan IDX30 menguat lebih tinggi daripada indeks utama, sementara investor asing mencatat net buy Rp379,39 miliar di Pasar Reguler. Rebound mendapat dukungan lebih kuat dari saham likuid dan arus asing, meski jumlah saham dan sektor yang menguat tidak seluas pada Sesi I.

IHSG ditutup di 6.686,44, naik 66,77 poin atau 1,01%. Indeks bergerak di antara 6.636,94 dan 6.696,28, sehingga penutupan hanya sekitar 9,84 poin di bawah level tertinggi hari itu.

Nilai transaksi saham mencapai sekitar Rp15,71 triliun.

Pada Sesi I, IHSG masih berada di 6.674,95 atau naik 0,84%. Kenaikan yang bertahan sampai penutupan menunjukkan tekanan jual pada Sesi II belum cukup besar untuk menghapus rebound yang terbentuk sejak pagi.

Dashboard Market Notes EOD BEI 8 September 2026 yang menampilkan IHSG, saham likuid, breadth pasar, sektor, dan foreign flow
Dashboard Market Notes EOD 8 September 2026. IHSG naik 1,01% dengan kepemimpinan saham likuid dan net buy asing di Pasar Reguler, sementara breadth pasar menyempit dibanding Sesi I. Sumber: BEI, RTI Business, Stockbit Sekuritas, dan Bank Indonesia.

Saham Likuid Memperkuat Kepemimpinan Pasar

LQ45 naik 1,40% dan IDX30 menguat 1,20%, keduanya lebih tinggi daripada IHSG yang naik 1,01%.

Pola serupa terlihat pada IDX80 yang naik 1,32% dan IDX SMC Liquid yang menguat 1,47%. Sebagai pembanding, IDX SMC Composite naik lebih terbatas sebesar 0,75%.

Keunggulan LQ45, IDX30, IDX80, dan IDX SMC Liquid terhadap IHSG menunjukkan bahwa kepemimpinan pasar bergeser lebih kuat ke kelompok saham yang relatif likuid.

AMMN menjadi penyumbang terbesar terhadap IHSG dengan kontribusi sekitar 10,95 poin, disusul SMMA 7,01 poin, MDKA 6,45 poin, BBRI 5,84 poin, BBCA 4,41 poin, TLKM 3,69 poin, MBMA 3,31 poin, dan BMRI 3,27 poin.

Susunan tersebut memperlihatkan kombinasi saham mineral, perbankan, telekomunikasi, dan sejumlah saham berkapitalisasi besar dalam menopang indeks.

Partisipasi Masih Positif, tetapi Tidak Seluas Sesi I

Menurut RTI Business, sebanyak 363 saham menguat, 244 melemah, dan 185 tidak berubah hingga akhir perdagangan.

Jumlah saham naik masih sekitar 1,49 kali jumlah saham turun. Akan tetapi, partisipasi tersebut lebih sempit dibanding Sesi I.

Pada tengah hari, 386 saham masih menguat dan 213 saham melemah. Sampai penutupan, jumlah saham naik berkurang 23 sementara jumlah saham turun bertambah 31.

Penyempitan juga terlihat pada sektor.

Pada Sesi I, 10 dari 11 sektor IDX-IC masih berada di zona positif. Pada EOD, jumlahnya berkurang menjadi delapan.

Basic Materials menjadi sektor dengan kenaikan terbesar sebesar 2,00%, disusul Consumer Non-Cyclicals +1,39%, Industrials +1,22%, Energy +1,17%, Infrastructure +0,83%, Financials +0,79%, Transportation & Logistics +0,73%, dan Properties +0,20%.

Healthcare turun 0,59%, Technology melemah 0,34%, dan Consumer Cyclicals turun 0,13%.

Penyempitan tersebut belum mengubah breadth menjadi negatif. Sebanyak 363 saham masih menguat dibanding 244 yang melemah, dan delapan dari 11 sektor tetap positif.

Yang berubah adalah luas partisipasinya. Dorongan pada Sesi II lebih kuat pada indeks dan saham likuid, tetapi tidak diikuti penambahan jumlah saham yang naik.

Net Buy Asing Bertambah dan Mayoritas Masuk Pasar Reguler

Stockbit dan RTI Business mencatat net buy asing sekitar Rp398,12 miliar di All Market. Dari jumlah tersebut, Rp379,39 miliar berasal dari Pasar Reguler dan Rp18,73 miliar dari transaksi tunai serta negosiasi.

Sekitar 95% net buy agregat dengan demikian berasal dari Pasar Reguler.

Perubahannya cukup besar dibanding Sesi I. Pada tengah hari, All Market baru mencatat net buy sekitar Rp83,37 miliar.

Arus asing lebih mendukung rebound dibanding kondisi pada tengah hari, tetapi distribusinya tetap selektif.

BBCA, BBRI, dan AMMN mencatat total net foreign buy sekitar Rp554,70 miliar, sementara penjualan bersih tetap terjadi pada BUMI, TPIA, ASII, BBNI, TINS, dan sejumlah saham lainnya.

Top 10 Net Foreign Buy

No. Saham Net Foreign Buy
1 BBCA Rp269,69 miliar
2 BBRI Rp166,03 miliar
3 AMMN Rp118,98 miliar
4 TAPG Rp51,76 miliar
5 MDKA Rp44,73 miliar
6 ENRG Rp32,96 miliar
7 ICBP Rp31,45 miliar
8 INET Rp27,52 miliar
9 INDY Rp27,07 miliar
10 MBMA Rp25,28 miliar

Top 10 Net Foreign Sell

No. Saham Net Foreign Sell
1 BUMI Rp178,07 miliar
2 TPIA Rp85,79 miliar
3 ASII Rp69,58 miliar
4 BBNI Rp49,08 miliar
5 TINS Rp46,30 miliar
6 KLBF Rp37,65 miliar
7 BRMS Rp36,28 miliar
8 ISAT Rp26,86 miliar
9 DEWA Rp25,90 miliar
10 ADRO Rp21,89 miliar

Besarnya pembelian pada beberapa saham utama menunjukkan bahwa net buy agregat belum berarti asing membeli pasar secara merata.

Di pasar valuta asing, JISDOR Bank Indonesia berada di Rp17.618 per dolar AS, dibanding Rp17.653 sehari sebelumnya. Rupiah menguat sekitar Rp35 atau 0,20%, sehingga pergerakan nilai tukar tidak menambah tekanan pada rebound saham hari itu.

Konfirmasi Berikutnya Ada pada Flow, Saham Likuid, dan Breadth

Perdagangan 8 September memperbaiki dua hal yang pada Sesi I masih belum lengkap. Saham likuid memperbesar kenaikan dan investor asing menutup hari dengan net buy yang sebagian besar terjadi di Pasar Reguler.

Pada perdagangan berikutnya, tiga data akan menentukan apakah perbaikan ini berlanjut: arah foreign flow Pasar Reguler, kemampuan LQ45 dan IDX30 mempertahankan kepemimpinan, serta apakah breadth kembali melebar atau justru memburuk.

Kelanjutan net buy Pasar Reguler akan menjadi salah satu konfirmasi bahwa dukungan arus asing belum berbalik, terutama jika pembeliannya mulai tersebar lebih luas.

LQ45 dan IDX30 yang tetap setara atau lebih kuat daripada IHSG akan menunjukkan bahwa pergerakan indeks masih mendapat dukungan saham dengan likuiditas tinggi.

Pada saat yang sama, jumlah saham naik tidak harus meningkat setiap hari. Yang lebih penting adalah apakah saham turun mulai mendominasi bersamaan dengan semakin sedikitnya sektor yang menguat.

Jika foreign flow Reguler berbalik net sell, LQ45 dan IDX30 kembali tertinggal, serta saham turun mulai mendominasi secara bersamaan, pembacaan terhadap rebound 8 September perlu ditinjau kembali.

Sumber Data: BEI, Stockbit Sekuritas, RTI Business, Bank Indonesia, CNBC Indonesia, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes