IHSG Naik 0,84% dengan 386 Saham Menguat dan 10 Sektor Positif, Asing Net Buy Rp83 Miliar di All Market
IHSG tidak hanya kembali menguat pada Sesi I 8 September. Partisipasi saham dan sektor juga membaik, Financials kembali positif, dan arus asing All Market berbalik menjadi net buy.
Dukungan terhadap kenaikan datang dari bagian pasar yang lebih luas, bukan hanya dari level IHSG. Meski demikian, pembelian asing masih tipis dan terkonsentrasi. Penutupan tetap menjadi ujian apakah perbaikan tersebut dapat bertahan hingga akhir perdagangan.
IHSG mengakhiri Sesi I di 6.674,95, naik 55,28 poin atau 0,84%. Indeks sempat mencapai 6.679,12 dan hanya berjarak sekitar 4,17 poin dari level tertinggi sesi.
Sehari sebelumnya, kenaikan pagi gagal bertahan dan IHSG akhirnya ditutup turun 0,25% di 6.619,67. Perbedaan pada 8 September terlihat bukan hanya pada harga, tetapi juga pada partisipasi pasar.
RTI Business mencatat 386 saham menguat dan 213 melemah. Sepuluh dari sebelas sektor berada di zona positif, sementara Financials yang sebelumnya menjadi sumber tekanan kembali naik.
IHSG Bertahan Dekat Puncak Sesi, LQ45 Ikut Menguat
IHSG dibuka di 6.639,51 dan sempat turun ke 6.636,94 sebelum bergerak hingga 6.679,12. Pada akhir Sesi I, indeks berada di 6.674,95.
Nilai transaksi All Market mencapai sekitar Rp8,16 triliun dengan volume 226,48 juta lot dan frekuensi sekitar 1,35 juta kali.
Posisi indeks yang tetap dekat level tertinggi menunjukkan dorongan kenaikan pagi belum banyak tergerus menjelang jeda perdagangan.
Indeks saham likuid juga ikut menguat. LQ45 naik 0,91%, sedikit lebih tinggi daripada IHSG. IDX30 naik 0,70%.
Artinya, saham likuid ikut berpartisipasi dalam rebound, meski kepemimpinannya belum sepenuhnya seragam.
Partisipasi Meluas, Financials Berbalik Positif
RTI Business mencatat 386 saham naik, 213 turun, dan 191 tidak berubah. Jumlah saham menguat sekitar 1,8 kali jumlah saham melemah.
Sepuluh dari sebelas sektor berada di zona positif.
Industrials memimpin dengan kenaikan 1,26%, disusul Energy 1,23%, Basic Materials 1,07%, Infrastructure 1,04%, dan Consumer Non-Cyclicals 0,97%.
Financials naik 0,65%. Perubahan ini relevan karena sektor tersebut turun 0,76% sehari sebelumnya.
Technology menjadi satu-satunya sektor negatif dengan pelemahan 0,50%.
Kombinasi tersebut menunjukkan kenaikan tidak bertumpu pada satu kelompok saham. Industrials dan Energy mempertahankan kekuatan, sementara Financials mulai pulih dari tekanan sebelumnya.
Foreign Flow Berbalik Positif, tetapi Belum Menyebar Luas
Stockbit Sekuritas mencatat transaksi investor asing All Market sekitar Rp2,14 triliun di sisi beli dan Rp2,06 triliun di sisi jual.
Selisihnya menghasilkan net buy sekitar Rp83,37 miliar.
Pada Midday 7 September, All Market masih mencatat net sell sekitar Rp424,06 miliar. Dengan membandingkan checkpoint yang sama, arus bersih membaik sekitar Rp507,43 miliar.
Berbaliknya arus asing menjadi tambahan dukungan bagi rebound. Namun, Rp83,37 miliar masih terlalu kecil untuk disebut sebagai pembelian asing yang luas.
Tiga saham dengan estimasi net foreign buy terbesar, BBCA, AMMN, dan BBRI, secara gabungan mencapai sekitar Rp296,45 miliar. Nilai tersebut lebih dari tiga kali net buy agregat All Market.
Dengan kata lain, pembelian besar pada sejumlah saham masih diimbangi penjualan asing di bagian pasar lainnya.
Daftar berikut digunakan untuk membaca distribusi arus asing pada Sesi I, bukan sebagai daftar saham pilihan.
| No. | Saham | Estimasi Net Foreign Buy |
|---|---|---|
| 1 | BBCA | Rp112,57 miliar |
| 2 | AMMN | Rp109,34 miliar |
| 3 | BBRI | Rp74,54 miliar |
| 4 | ENRG | Rp37,88 miliar |
| 5 | RATU | Rp26,39 miliar |
| 6 | PTBA | Rp20,42 miliar |
| 7 | BIPI | Rp17,99 miliar |
| 8 | CUAN | Rp12,87 miliar |
| 9 | INET | Rp12,39 miliar |
| 10 | NCKL | Rp10,04 miliar |
Di sisi jual:
| No. | Saham | Estimasi Net Foreign Sell |
|---|---|---|
| 1 | BUMI | Rp103,43 miliar |
| 2 | TPIA | Rp48,76 miliar |
| 3 | BBNI | Rp36,97 miliar |
| 4 | ASII | Rp35,52 miliar |
| 5 | TINS | Rp29,85 miliar |
| 6 | KLBF | Rp19,46 miliar |
| 7 | BRMS | Rp16,68 miliar |
| 8 | DEWA | Rp14,33 miliar |
| 9 | ISAT | Rp13,27 miliar |
| 10 | TLKM | Rp12,50 miliar |
Nilai per saham merupakan estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata Sesi I dan net volume. Data tersebut lebih tepat digunakan untuk membaca arah dan konsentrasi aliran asing daripada sebagai nilai transaksi final per saham.
Data foreign flow Pasar Reguler Sesi I belum tersedia dalam sumber yang digunakan. Perbaikan All Market karena itu belum dapat memastikan bahwa tekanan asing di Pasar Reguler pada penutupan sebelumnya sudah berbalik.
Sesi II Akan Menguji Apakah Perbaikan Bertahan
Fokus Sesi II adalah apakah perbaikan tersebut dapat dipertahankan, bukan sekadar apakah IHSG tetap berada di zona hijau.
Pembacaan Sesi I akan mendapat konfirmasi tambahan jika IHSG bertahan di atas area referensi sekitar 6.636, partisipasi saham tetap positif, Financials tidak kembali melemah, dan arus asing tidak berubah menjadi tekanan jual material.
Sebaliknya, hilangnya kenaikan disertai penyempitan partisipasi pasar dan kembalinya net sell asing akan menyerupai pola yang terjadi sehari sebelumnya.
Bukti berikutnya terletak pada apakah harga, partisipasi pasar, sektor, saham likuid, dan arus asing masih bergerak searah hingga perdagangan berakhir.
Sumber Data: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.