IHSG Turun 0,87% dan Tembus Level Terendah Sehari Sebelumnya, 466 Saham Melemah dan Asing Net Sell Rp775 Miliar
Tekanan yang terlihat pada penutupan 10 Agustus berlanjut lebih luas pada sesi I. IHSG turun ke 6.309,905 setelah menembus level terendah sehari sebelumnya, sementara 10 sektor melemah dan investor asing mencatat net sell All Market Rp774,89 miliar.
IHSG gagal mempertahankan penguatan awal dan berbalik turun 55,469 poin atau 0,87% ke 6.309,905 pada sesi I Selasa, 11 Agustus 2026.
Sebanyak 466 saham turun dan 10 dari 11 sektor melemah. LQ45 dan IDX30 juga terkoreksi sedikit lebih dalam daripada IHSG, sementara investor asing mencatat net sell All Market Rp774,89 miliar.
Pelemahan sesi pertama tidak berhenti pada indeks utama. Namun, IHSG sudah memantul dari level terendah 6.291,195. Sesi II akan menentukan apakah penembusan pagi bertahan hingga penutupan atau hanya menjadi tekanan intraday sementara.
IHSG Gagal Mempertahankan Pembukaan dan Turun di Bawah Level Terendah 10 Agustus
IHSG membuka perdagangan di 6.383,810 dan sempat naik ke 6.388,581, di atas penutupan 10 Agustus pada 6.365,374.
Penguatan awal itu tidak bertahan. Indeks kemudian jatuh hingga 6.291,195 sebelum mengakhiri sesi I di 6.309,905.
Posisi akhir sesi I masih sekitar 52,85 poin di bawah level terendah 10 Agustus di 6.362,758. Dari titik tertinggi sesi I ke 6.309,905, IHSG kehilangan sekitar 78,68 poin atau 1,23%.
Indeks sudah pulih sekitar 18,71 poin dari titik terendahnya, tetapi belum mampu kembali ke area yang ditembus pada pagi hari. Area 6.362 sampai 6.365, yang mencakup level terendah dan penutupan 10 Agustus, karena itu menjadi referensi awal untuk menilai pemulihan pada sesi II.
RTI Business mencatat nilai transaksi sesi pertama sebesar Rp7,844 triliun, dengan volume 20,912 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,23 juta kali.
466 Saham dan 10 Sektor Melemah, Koreksi Meluas di Pasar
Breadth pasar memperlihatkan pelemahan yang luas. Sebanyak 466 saham melemah, dibandingkan 160 saham menguat, sementara 162 saham tidak berubah. Jumlah saham turun hampir tiga kali jumlah saham naik.
Dari 11 sektor BEI, hanya Healthcare yang bertahan positif dengan kenaikan 0,11%. Industrial turun paling dalam sebesar 2,08%, diikuti Cyclicals 1,50%, Property 1,13%, dan Energy 1,08%.
Finance melemah 0,82%, sedangkan Infrastructure dan Non-Cyclicals masing-masing turun 0,65%.
Kelompok saham likuid juga belum menunjukkan perlawanan yang lebih kuat. LQ45 melemah 0,94% dan IDX30 turun 0,95%, sedikit lebih dalam daripada koreksi IHSG sebesar 0,87%.
Dominasi saham turun dan pelemahan indeks saham likuid menguatkan pembacaan bahwa koreksi sesi pertama terjadi dengan partisipasi pasar yang luas.
Asing Net Sell Rp775 Miliar, tetapi Pembelian Masih Selektif
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, transaksi All Market mencatat pembelian asing sekitar Rp1,68 triliun dan penjualan Rp2,45 triliun. Investor asing membukukan net sell Rp774,89 miliar pada sesi pertama.
DSSA mencatat estimasi net foreign sell terbesar sekitar Rp131,35 miliar, disusul BMRI Rp87,19 miliar, BBCA Rp81,23 miliar, TPIA Rp72,75 miliar, dan TLKM Rp32,53 miliar.
Arus dana tersebut tidak sepenuhnya satu arah. BBRI mencatat net foreign buy sekitar Rp61,38 miliar, ANTM Rp57,39 miliar, AMMN Rp40,44 miliar, BRMS Rp18,35 miliar, dan INCO Rp13,54 miliar.
Asing dengan demikian menjual secara agregat tetapi masih melakukan pembelian selektif pada sejumlah saham. Net sell All Market tidak berarti seluruh pasar dilepas secara merata.
Data transaksi asing per saham merupakan estimasi Stockbit berdasarkan harga rata-rata dan volume bersih sesi I. Data foreign flow Regular Market sesi pertama belum tersedia dengan periode yang dapat dipastikan sehingga tidak digunakan.
Top 10 Net Foreign Buy
| Saham | Estimasi Net Buy |
|---|---|
| BBRI | Rp61,38 miliar |
| ANTM | Rp57,39 miliar |
| AMMN | Rp40,44 miliar |
| BRMS | Rp18,35 miliar |
| INCO | Rp13,54 miliar |
| BRPT | Rp11,06 miliar |
| GGRM | Rp8,92 miliar |
| INDF | Rp8,78 miliar |
| TINS | Rp8,57 miliar |
| ISAT | Rp8,53 miliar |
Top 10 Net Foreign Sell
| Saham | Estimasi Net Sell |
|---|---|
| DSSA | Rp131,35 miliar |
| BMRI | Rp87,19 miliar |
| BBCA | Rp81,23 miliar |
| TPIA | Rp72,75 miliar |
| TLKM | Rp32,53 miliar |
| ASII | Rp30,35 miliar |
| BUMI | Rp30,00 miliar |
| BREN | Rp15,05 miliar |
| PGAS | Rp10,53 miliar |
| BBNI | Rp10,10 miliar |
Nilai per saham merupakan estimasi Stockbit Sekuritas berdasarkan harga rata-rata sesi I dan volume bersih.
Pasar Asia bergerak beragam, dengan Nikkei naik 2,08% dan Kospi 1,15%, sementara Hang Seng turun 0,78% dan Shanghai Composite 0,16%. Snapshot Stockbit juga menunjukkan USD/IDR sekitar 17.822,40 atau naik 0,49%. Data tersebut menempatkan rupiah sebagai konteks tambahan yang perlu dipantau, tetapi belum cukup untuk menjelaskan koreksi IHSG sebagai akibat satu faktor regional atau mata uang.
Area 6.362 sampai 6.365 Menjadi Ujian Pemulihan Sesi II
Area 6.362 sampai 6.365 menjadi pembuktian utama pada sesi II. Kembalinya IHSG ke atas area tersebut akan melemahkan pembacaan negatif sesi pertama, terutama jika breadth, saham likuid, dan foreign flow ikut membaik.
Sebaliknya, pengujian atau penembusan kembali 6.291,195 akan memperkuat tekanan jika terjadi bersama dominasi saham turun, LQ45 dan IDX30 yang masih tertinggal, serta net sell asing yang bertambah.
Rebound indeks saja belum cukup. Pembacaan baru berubah lebih meyakinkan jika rebound indeks diikuti perbaikan breadth, saham likuid, sektor, dan arus asing.
Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.