IHSG Nyaris Datar, 392 Saham dan 7 Sektor Menguat, Asing Net Buy Rp184 Miliar
IHSG mengakhiri Sesi I di 6.517,24 setelah memulihkan 41 poin dari titik terendah. Sebanyak 392 saham menguat dan asing berbalik net buy, tetapi keberlanjutan breadth, indeks likuid, dan arus asing masih perlu dibuktikan pada Sesi II.
IHSG hampir tidak bergerak pada Sesi I Senin, 31 Agustus 2026, tetapi partisipasi pasar menunjukkan kondisi yang lebih konstruktif daripada angka indeks utama. Sebanyak 392 saham menguat berbanding 229 saham melemah, tujuh dari 11 sektor berada di zona positif, sementara IDX30 dan LQ45 juga naik.
Perjalanan intraday juga menunjukkan perubahan yang lebih besar daripada penurunan IHSG sebesar 0,01%. Indeks sempat jatuh ke 6.476,18 sebelum kembali ke 6.517,24. Dengan demikian, IHSG telah memulihkan 41,06 poin dari titik terendah dan berada hanya 7,88 poin di bawah level tertinggi Sesi I sebesar 6.525,11.
IHSG Memulihkan 41 Poin dari Titik Terendah
IHSG dibuka di 6.511,11 dan sempat naik ke 6.525,11 sebelum turun ke 6.476,18. Menjelang jeda siang, indeks kembali ke 6.517,24.
Nilai transaksi mencapai Rp10,326 triliun dengan volume 26,362 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,39 juta kali.
IHSG belum menghasilkan kenaikan, tetapi posisi 6.517,24 menunjukkan sebagian besar penurunan intraday telah dipulihkan sebelum jeda siang. Karena itu, perubahan indeks utama saja belum cukup untuk membaca kondisi pasar pada Sesi I.
Breadth Menunjukkan Partisipasi Pasar yang Lebih Kuat
Breadth menunjukkan partisipasi pasar yang lebih kuat daripada angka IHSG -0,01%. Sebanyak 392 saham naik, 229 turun, dan 166 stagnan, menghasilkan rasio saham naik terhadap turun sekitar 1,71 kali.
Tujuh dari 11 sektor berada di zona positif. Sektor industrial memimpin dengan kenaikan 1,80%, disusul transportasi 1,22% dan infrastruktur 1,05%.
Tidak seluruh pasar bergerak searah. Basic Materials dan Healthcare masing-masing turun 1,33%. Empat sektor yang masih negatif menunjukkan penguatan belum merata ke seluruh pasar.
Partisipasi juga terlihat pada beberapa kelompok kapitalisasi. IDX30 naik 0,31% dan LQ45 menguat 0,24%. Di kelompok saham berkapitalisasi lebih kecil, IDX SMC Composite naik 0,84% dan IDX SMC Liquid bertambah 0,61%.
Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa penguatan Sesi I tidak hanya bertumpu pada satu kelompok saham.
Asing Berbalik Net Buy, Bank Besar Memimpin Sisi Pembelian
Stockbit mencatat pembelian asing sekitar Rp2,95 triliun dan penjualan sekitar Rp2,77 triliun di All Market. Secara bersih, asing mencatat net buy Rp183,56 miliar.
Empat bank besar berada di sisi pembelian. BBRI mencatat estimasi net buy Rp163,99 miliar, BBCA Rp38,41 miliar, BBNI Rp30,37 miliar, dan BMRI Rp21,32 miliar. Jika digabungkan, estimasi pembelian bersih pada empat saham tersebut mencapai sekitar Rp254,09 miliar.
Arus asing belum bergerak satu arah. GOTO mencatat estimasi net sell Rp115,82 miliar, disusul EMAS Rp83,42 miliar, AMMN Rp60,35 miliar, dan TPIA Rp58,95 miliar.
Nilai Top 10 net foreign buy dan Top 10 net foreign sell hampir seimbang. Karena All Market tetap mencatat net buy Rp183,56 miliar, saham di luar kelompok Top 10 secara agregat juga memberi arus bersih positif.
Top 10 Estimasi Net Foreign Buy
| Saham | Estimasi Net Buy |
|---|---|
| BBRI | Rp163,99 miliar |
| KOTA | Rp83,62 miliar |
| ADRO | Rp53,88 miliar |
| BBCA | Rp38,41 miliar |
| BULL | Rp35,81 miliar |
| BBNI | Rp30,37 miliar |
| ESSA | Rp26,92 miliar |
| BMRI | Rp21,32 miliar |
| SINI | Rp19,12 miliar |
| ENRG | Rp14,48 miliar |
Top 10 Estimasi Net Foreign Sell
| Saham | Estimasi Net Sell |
|---|---|
| GOTO | Rp115,82 miliar |
| EMAS | Rp83,42 miliar |
| AMMN | Rp60,35 miliar |
| TPIA | Rp58,95 miliar |
| DSSA | Rp37,71 miliar |
| DMAS | Rp35,37 miliar |
| MDKA | Rp30,23 miliar |
| PTRO | Rp25,35 miliar |
| INDY | Rp21,86 miliar |
| ASII | Rp21,11 miliar |
Nilai transaksi asing individual di atas merupakan estimasi Stockbit berdasarkan harga rata-rata Sesi I dan volume asing bersih.
Tiga Hal yang Perlu Dipantau pada Sesi II
Breadth menjadi indikator pertama. Jumlah saham naik perlu tetap lebih besar daripada saham turun agar perbaikan partisipasi pada Sesi I tidak berbalik.
Indikator kedua datang dari saham likuid. IDX30 dan LQ45 masing-masing naik 0,31% dan 0,24%. Bertahannya kedua indeks di zona positif akan menunjukkan bahwa penguatan tidak hanya berasal dari saham berkapitalisasi kecil-menengah.
Indikator ketiga adalah foreign flow. All Market sudah berubah menjadi net buy, tetapi penjualan besar masih terjadi pada beberapa saham. Kelanjutan arus bersih positif pada Sesi II akan memberi konfirmasi tambahan terhadap kondisi Midday.
IHSG sendiri berada hampir tepat di sekitar penutupan Jumat sebesar 6.518,12. Pergerakan kembali mendekati high Sesi I sebesar 6.525,11 akan memperkuat pemulihan intraday.
Sebaliknya, pembacaan konstruktif dari Sesi I akan melemah jika saham turun kembali mendominasi, IDX30 dan LQ45 berbalik negatif, asing kembali mencatat net sell, dan IHSG mendekati low Sesi I 6.476,18 secara bersamaan.
Perdagangan Jumat menunjukkan bahwa kondisi tengah hari dapat berubah sebelum penutupan. Karena itu, ukuran terpenting pada Sesi II bukan sekadar apakah IHSG berakhir hijau atau merah, melainkan apakah breadth tetap positif, IDX30 dan LQ45 bertahan, serta asing tetap mencatat arus bersih positif.
Sumber: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.
Ikuti Banyu Capital
Dapatkan catatan pasar, analisis saham, energi, makro, dan geopolitik langsung melalui email.