Banyu Capital

IHSG Turun 0,11% dengan 325 Saham Melemah, LQ45 dan IDX30 Tertinggal

Ahmad Mujib Ahmad Mujib

IHSG sempat naik 0,54% pada awal perdagangan sebelum berbalik turun. Sebanyak 325 saham melemah, LQ45 dan IDX30 turun lebih dalam daripada IHSG, sementara asing masih mencatat net buy Rp124,85 miliar di All Market.

Sehari sebelumnya, penguatan IHSG sebesar 1,09% mendapat dukungan dari saham likuid, breadth yang positif, dan pembelian asing di Pasar Reguler. Perdagangan Jumat, 4 September 2026, sempat membuka peluang berlanjutnya momentum tersebut ketika IHSG naik hingga 6.704,12.

Momentum itu tidak bertahan sampai akhir Sesi I.

IHSG turun ke 6.660,79 atau melemah 0,11%. LQ45 dan IDX30 turun lebih dalam, jumlah saham melemah kembali melampaui saham yang menguat, dan tujuh dari 11 sektor berada di zona negatif.

Belum ada cukup bukti untuk menyebut pergerakan ini sebagai pembalikan pasar. IHSG sudah pulih dari titik terendah intraday dan asing secara agregat masih membeli bersih. Dua konfirmasi yang terlihat kuat sehari sebelumnya, yaitu breadth positif dan kepemimpinan saham likuid, tidak bertahan pada Sesi I.

Dashboard Market Notes Midday BEI 4 September 2026 yang menampilkan IHSG, breadth pasar, LQ45, IDX30, sektor, dan foreign flow
Dashboard Market Notes Midday 4 September 2026 merangkum pergerakan IHSG, breadth pasar, kinerja indeks saham likuid, sektor, dan foreign flow pada Sesi I. Sumber: Stockbit Sekuritas dan RTI Business.

Kenaikan Pagi Tidak Bertahan, tetapi IHSG Pulih dari Titik Terendah

IHSG dibuka di 6.695,70 dan sempat mencapai 6.704,12. Dibanding penutupan sehari sebelumnya di sekitar 6.667,89, titik tertinggi tersebut setara kenaikan sekitar 0,54%.

Indeks kemudian berbalik turun hingga 6.637,48 sebelum pulih ke 6.660,79 pada akhir Sesi I. Secara keseluruhan, IHSG turun 7,10 poin atau 0,11%.

Dari titik terendahnya, IHSG telah pulih sekitar 23,31 poin. Karena itu, pergerakan pagi ini tidak menunjukkan tekanan satu arah. Pasar sempat menolak kenaikan awal, tetapi tekanan jual juga belum mampu mempertahankan indeks di area terendah sesi.

Nilai transaksi All Market mencapai sekitar Rp8,28 triliun dengan volume 219,12 juta lot dan frekuensi transaksi sekitar 1,21 juta kali.

325 Saham Melemah dan Indeks Likuid Kehilangan Kepemimpinan

RTI Business mencatat 266 saham menguat, 325 melemah, dan 196 tidak berubah pada akhir Sesi I.

Perubahan ini cukup kontras dengan penutupan 3 September, ketika 402 saham menguat dan 213 saham melemah.

Tekanan juga terlihat pada indeks saham likuid. LQ45 turun 0,34% dan IDX30 turun 0,35%, lebih dalam daripada IHSG yang melemah 0,11%.

Artinya, LQ45 tertinggal sekitar 0,23 poin persentase dan IDX30 sekitar 0,24 poin persentase dari IHSG.

Kondisi tersebut membalik pola sehari sebelumnya. Pada 3 September, LQ45 naik 1,67% dan IDX30 1,58%, keduanya lebih tinggi daripada kenaikan IHSG sebesar 1,09%.

Sektor juga menunjukkan partisipasi yang lebih sempit. Hanya empat dari 11 sektor yang masih positif:

Sektor Positif Perubahan
Industrials +0,71%
Energy +0,33%
Property +0,18%
Financials +0,18%

Tujuh sektor lainnya melemah. Healthcare turun paling dalam sebesar 1,04%, disusul Transportation -0,68%, Consumer Non-Cyclicals -0,54%, Consumer Cyclicals -0,52%, Basic Materials -0,36%, Infrastructure -0,24%, dan Technology -0,09%.

Dengan 325 saham melemah, tujuh sektor negatif, serta LQ45 dan IDX30 tertinggal, partisipasi pasar pada Sesi I lebih lemah daripada yang terlihat dari koreksi IHSG sebesar 0,11%.

Asing Masih Net Buy, tetapi Bukti Pasar Reguler Belum Tersedia

Investor asing membukukan pembelian sekitar Rp2,10 triliun dan penjualan Rp1,97 triliun di All Market. Selisihnya menghasilkan net foreign buy sekitar Rp124,85 miliar.

Secara agregat, asing masih membeli bersih. Perbandingan dengan 3 September tetap memerlukan kehati-hatian karena data Pasar Reguler Sesi I belum tersedia.

Aktivitas per saham juga menunjukkan konsentrasi yang tinggi. Estimasi Stockbit menempatkan DSSA sebagai net foreign buy terbesar sekitar Rp258,21 miliar, disusul TINS Rp98,51 miliar, CUAN Rp67,48 miliar, dan BBRI Rp64,11 miliar.

Estimasi Net Foreign Buy Nilai Estimasi Net Foreign Sell Nilai
DSSA Rp258,21 miliar ASII Rp57,51 miliar
TINS Rp98,51 miliar ANTM Rp38,75 miliar
CUAN Rp67,48 miliar IATA Rp31,26 miliar
BBRI Rp64,11 miliar ERAA Rp22,97 miliar
PTRO Rp24,89 miliar AMMN Rp21,31 miliar
AADI Rp19,89 miliar BRMS Rp18,08 miliar
BUMI Rp18,84 miliar MDIA Rp17,15 miliar
CBRE Rp16,80 miliar ENRG Rp16,58 miliar
CDIA Rp14,80 miliar BULL Rp16,08 miliar
SGER Rp14,71 miliar ISAT Rp15,52 miliar

Nilai per saham tersebut merupakan estimasi Stockbit berdasarkan harga rata-rata Sesi I dikalikan volume bersih asing. Karena itu, angkanya digunakan sebagai indikasi distribusi aliran dana, bukan nilai transaksi final.

Pada empat bank besar, estimasi transaksi asing secara gabungan masih menunjukkan net buy sekitar Rp76,19 miliar. Namun, sekitar 84% berasal dari BBRI yang membukukan estimasi net buy Rp64,11 miliar. BBNI mencatat sekitar Rp9,98 miliar, BMRI Rp2,68 miliar, sementara BBCA mencatat estimasi net sell tipis sekitar Rp0,58 miliar.

All Market masih menunjukkan beli bersih, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan dukungan asing tetap sekuat sehari sebelumnya sebelum data Pasar Reguler tersedia.

Yang Perlu Dibuktikan pada Sesi II

Sesi II akan menguji apakah pelemahan konfirmasi pada pagi hari bertahan atau hanya menjadi konsolidasi intraday. Empat indikator menjadi penentunya.

Pertama, IHSG perlu kembali diuji terhadap area penutupan 3 September di sekitar 6.667,89. Kemampuan bertahan di atas area tersebut akan mengurangi arti penolakan kenaikan pada awal perdagangan.

Kedua, breadth perlu membaik. Jika jumlah saham naik kembali melampaui saham turun, pergerakan Sesi I akan lebih konsisten dengan konsolidasi setelah kenaikan sehari sebelumnya.

Ketiga, LQ45 dan IDX30 perlu memperkecil ketertinggalannya dari IHSG. Kepemimpinan saham likuid merupakan salah satu konfirmasi utama pada perdagangan 3 September.

Keempat, data foreign flow Pasar Reguler perlu diperiksa. Jika Pasar Reguler tetap mencatat net buy material, dukungan asing terhadap penguatan sehari sebelumnya akan mendapat konfirmasi tambahan. Sebaliknya, kombinasi breadth negatif, indeks likuid yang tetap tertinggal, dan net sell asing di Pasar Reguler akan memperkuat tekanan yang terlihat sejak Sesi I.

Untuk sementara, perdagangan pagi ini lebih tepat dibaca sebagai melemahnya follow-through setelah penguatan sehari sebelumnya, bukan sebagai bukti bahwa arah pasar sudah berbalik.

Sumber Data: Stockbit Sekuritas, RTI Business, Banyu Capital.

Ikuti Banyu Capital

#foreign-flow #ihsg #market-notes